Festival Cihideung Kreasi Seniman Melestarikan Alam

Irung-irung yang menjadi daya tarik Festival Cihideung di sumber mata air Kampung Kancah Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong Kabupatem Bandung Barat. (Hens)

Bandung Barat, harianpelita.co – Kota Bandung terkenal dengan julukan Kota Kembang. Nama itu, masih melekat untuk Kota Bandung, padahal pusat kembang (bunga) sebenarnya berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tepatnya di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong, yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Desa Cihideung merupakan daerah perbatasan antara KBB dengan Kota Bandung. Daerah ini terkenal dengan penghasil bunga dan tanaman hias lainnya. Di sepanjang jalan Cihideung, tembus ke Jalan Sersan Bajuri Kota Bandung bisa kita temukan keragaman tanaman bunga dan tanaman hias lainnya yang dijajakan warga setempat untuk dijual.

Konon dulunya, daerah tersebut tergolong daerah minus segi perekonomiannya. Namun setelah sekian lama, warga di sana mulai menggarap lahannya dengan menanam bunga maka Cihideung termasuk daerah yang potensial perekonomiannya. Bahkan daerah tersebut, dijadikan salah satu tujuan wisata para wisatawan domestic maupun asing.

Sebagai daerah wisata, tentu harus ada penunjang lainnya untuk memikat para wisatawan agar datang lagi ke tempat tersebut. Bagi Cihideung, kreasi seniman setempat dituangkan dalam sebuah festival yang menjadi rutinitas tahunan.

Menurut Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Ibrahim Ajie, Festival Cihideung ini mengetengahkan acara utama upacara adat Irung-irung dan festival bunga. Untuk acara Irung-irung yang digelar oleh Padepokan Kalang Kamuning tersebut, diselenggarakan pada 21 Oktober 2018 itu. Pemilik Padepokan Kalang Kamuning Abah Yanto Susanto (53) mengatakan, jika upacara Irung-irung yang juga disebut upacara menyelamatkan selokan ini bertujuan agar masyarakat terutama masyarakat Desa Cihideung selalu memelihara atau melestarikan sumber mata air dan saluran air.

Ia ingin Festival Cihideung yang didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbadpur) Kabupaten Bandung Barat ini, menjadi daya tarik daerahnya dengan potensi sebagai sentra penghasil bunga. “Kita inginnya Festival Cihideung ini menjadi Kalender kegiatan setiap tahunnya, yang bisa menarik kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Baca juga :   Wabup Musi Rawas Buka Sosialisasi Revolusi Mental Pada Penyelenggara Negara

Sementara prosesi Irung-irung ini, diawali dengan arak-arakan masyarakat dengan star dari Padepokan Karang Kamuning, menuju sumber mata air di Kampung Kancah.

Dalam arak-arakan tersebut, warga membawa sejumlah jempana yang berisikan nasi tumpeng serta sesajen. Usai melakukan ritual tradisi, anak-anak berebut masuk ke mata air. Bambu selongsong yang mereka bawa kemudian diisi dengan air. Setelah itu, air yang keluar dari selongsong bamboo beterbangan membuat suasana gaduh. Kemeriahan dan larutnya kegembiraan masyarakat Cihideung siang itu, menjadi lukisan indah tentang harmonisasi manusia dengan alam.

Kemudian pada hari berikutnya menggelar helaran yang menampikan kendaraan berhiaskan bunga, sapi-sapian dan berbagai jenis kesenian tradisionil lainnya. Helaran tersebut star dari mata air Cikancah, tempat berlangsung Irung-irung dengan finis di Kampung Gajah. Disinilah berbagai atraksi kesenian tradisionil digelar, disaksikan langsung Bupati Bandung Barat. (Hens)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan