Perusahaan di Subang Wajib Memberikan THR Kepada Karyawan Seminggu Sebelum Lebaran

Hj. Nunung (Sekretaris Disnakertrans Subang).

Subang, harianpelita.co – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang telah mengintruksikan kepada seluruh perusahaan untuk memberikan THR kepada setiap karyawannya seminggu sebelum lebaran.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang Hj. Nunung, Rabu (15/5/2019) mengaku telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan di setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Subang.

Berbagai masalah yang dibahas diantaranya mengenai THR karyawan di masing-masing perusahaan dari sejumlah perusahaan pabrik maupun BUMD, BUMN yang berada di Kabupaten Subang. Sebagian besar tidak ada masalah.

Namun ada beberapa perusahaan pabrik garmen yang saat ini sedang mengalami goyah akibat tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga berdampak kepada pembayaran gaji para karyawannya yang tertunda.

Menurut Nunung, pencairan THR untuk swasta selama ini mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 dijelaskan, THR keagamaan adalah pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan.

Berlanjut ke Pasal 2 ayat 1, pengusaha wajib memberikan THR keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Kemudian, di ayat 2 disebutkan, THR keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Terkait waktu pembayaran THR dimuat pada Pasal 5. Pasal 5 ayat 1 menjelaskan, THR keagamaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja/buruh.

“THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayarkan sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja/buruh, kecuali ditentukan lain sesuai dengan kesepakatan pengusaha dan pekerja/buruh yang dituangkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama,” bunyi Pasal 5 ayat 3. Pasal 5 ayat 4 menekankan, THR paling lambat dibayarkan seminggu sebelum hari raya. (H.Ade BOM)

Baca juga :   Asian Games Kodim 0510/Trs Buat Lapangan Pendaratan Hellipad




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan