UAI Berbagi Kebahagiaan dengan Kaum Duafa dan Anak Yatim

Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc secara simbolis memberikan santunan kepada anak yatim didampingi Pengelola Yayasan Al Bayyinah Charity Club Ridha Bayyinah, S. T di kampus UAI Jakarta (13/5).

Memasuki hari kedelapan ibadah puasa Ramadan 1440 Hijriah, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar acara berbagi kebahagiaan dengan menyantuni kaum dhuafa dan anak-anak yatim.

Acara yang secara rutin digelar setiap bulan Ramadan setiap tahunnya ini, dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.didampingi para Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan karyawan UAi bertempat di kampus UAI Jakarta, Senin (13/5).

Untuk event kali ini, UAI mengundang yayasan anak yatim yayasan Al Bayyinah Charity Club (ABC), binaan alumni mahasiswi UAI angkatan 2013, Ridha Bayyinah, S.T. Yayasan ini dibentuk Ridha tahun lalu setelah melalui perjuangan yang berat. Adapun Ridha merintisnya dari awal, tahun 2009, dimana ia mencoba test masuk ke beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), namun gagal. Namun kegagalan itu tidak membuatnya putus asa. Akhirnya mengambil keputusan dengan kuliah di UAI.

“Setelah lulus, saya tidak menjalani bidang ilmu saya di bidang teknik industri. Saya ingin berkarya melalui tulisan. Dan alhamdulillah, salah satu buku saya pada November 2018 mendapatkan best seller di Gramedia Kalibata,” ungkap Ridha.

Berdasar keberhasilan itu, ia ingin terus berkarya dan mendirikan yayasan anak yatim. Untuk yayasan ABC itu sendiri, awalnya terhimpun 15 anak yatim, dan sekarang menjadi 36 orang. “Saya bangga tahun lalu bisa membawa 11 anak-anak dengan membawakan performanya di Malaysia,” imbuh Ridha.

Ia berharap, UAI tetap mengizinkan dan mendukung yayasan ABC untuk terus menunjukkan performanya ke negara-negara tetangga lainnya. “Saya mohon, pak Rektor Asep untuk tetap mengizinkan saya berkarya di bawah naungan UAI, dan tentunya ingin terus mengharumkan UAI baik di tingkat nasional ataupun internasional,” pungkas Ridha.

Rektor Asep mengatakan puasa Ramadan ini merupakan moment yang tepat untuk berlomba-lomba meraih pahala baik bagi individu maupun instansi. “Khusus bulan Ramadan adalah vulan suci, dimana kita sebagai umat yang mampu. dapat membantu sesama, khususnya kaum dhuafa dan anak yatim,” ujar Asep. Dan di moment Ramadan ini, merupakan ajang yang tepat untuk menjalin tali silaturahmi.

Baca juga :   Oktober 2019, BIG Gandeng Kraton Jogja Gelar Lomba Lari

“Kami berharap, dikarenakan sulitnya mencari waktu yang tepat untuk silaturahmi dengan awak media, jadi kami putuskan sekalian saja waktunya pada hari ini bertemu dengan rekan-rekan media,” imbuh Asep.

Menyinggung mengenai kondisi politik pasca Pilpres, Rektor Asep berharap di bulan yang suci ini, kepada pihak yang merasa dirugikan atas hasil Pilpres, sebaiknya bisa menahan diri, tidak membawa anjuran kebencian, provokasi hoax dan lain sebagainya. Dan apabila merasa menemukan kecurangan, sebaiknya dilaporkan kepada badan yang berwenang, yaitu Bawaslu dan yang terakhir, Mahkamah Konstitusi.

“Saya berharap, kita semua, para elit politik, dapat menjaga kesucian bulan Ramadan ini. Jangan dikotori. Dan tetap tujuan utama untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada sang Khaliq,” pungkas Asep. (*)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan