Berebut Kursi Direksi PDAM Garut Kental Politis

Dudy Supriadi Ketua DPD Laskar indinesai Kab. Garut.

Garut, harianpelita.co – Perebutan kursi jabatan tiga direksi pada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Intan Garut yang rencananya akan digelar pada akhir bulan Juni 2019 nanti oleh Pemkab Garut, patut diduga kental unsur kompromi politis.

Kendati pihak Pemkab Garut telah membentuk tim panitia seleksi, namun dikkhawatirkan dalam proses seleksi bagi para calon yang akan mendaftarkan diri, tingkat independensi dan transparansi dari tim panitia seleksi sepatutnya perlu diawasi publik.

Beberapa kalangan menengarai, nuansa kental kompromi politis dibanding mengedepankan tingkat profesionalisme jajaran direksi dalam mengelola PDAM Tirta Intan salah satu perusahaan milik daerah itu, jelas terlihat selama ini yang berdampak terhadap adanya penurunan kinerja perusahaan yang dijabat para direksi yang saat ini akan berakhir.

“Seleksi jabatan tiga kursi direksi PDAM Tirta Intan oleh panitia seleksi yang dibentuk Bupati Garut tidak jauh berbeda pada tahun masa petiode sebelumnya lebih kental nuansa kompromi politis dibanding profesionalisme yang dikedepankan, sehingga dampak yang terjadi penurunan kinerja, managemen bisnis yang tak terkelola dengan baik terlebih buruknya pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dudi Supriadi, Ketua DPD Lakas Indinesia Garut, Senin (17/6/2019).

Dudi beralasan, kentalnya nuansa kompromi politis itu pasti terlihat dalam proses seleksi oleh tim panitia. Bahkan, tingkat indepedensi serta transparansi keanggotaan tim panitia seleksi yang dibentuk Bupati Garut juga patut dipertanyakan. “Keanggotaan tim panitia seleksi itu apakah mereka benar benar memahami betul apa yang menjadi pekerjaan rumah untuk para direksi nanti ketika menjabat secara definitif,” ujarnya.

Dirinya menandaskan, rencana pemkab garut segera membuka pendaftaran seleksi direksi PDAM Tirta Intan, DPD Laskar Indonesia beharap nantinya direksi definitif yang telah lolos seleksi harus mampu dan cakap mengelola managemen PDAM Tirta Intan secara koorbisnis sesuai dengan visi misi PDAM Tirta Intan. “Bukan hasil kompromi politik dan asal asal menyeleksi calon direksi,” ucap aktifis pegiat anti koruosi ini.

Baca juga :   Rusia Pesan 10.000 Potong Kain Batik Kepada Misi Dagang Indonesia

Karena itu, lanjut Dudi, untuk para Direksi oeriode mendatang, harus benar memahami dalam mengelola managemen PDAM Tirta Intan secara jangka pendek maupun jangka panjang.,”Makanya, tim panitia seleksi harus independen , profesonal dan mempunyai kemampuan untuk selektif menyeleksi orang ,tentang formasi dan format panitia seleksi harus merujuk pada peraturan perundang undangan yang berlaku,” katanya.

Sementara, terkait target siapa yg harus jadi menduduki kursi jabatan direksi PDAM, Dudi menegaskan harus sejalan dengan yang ingin dibutuhkan oleh para jajaran pegawai PDAM tirta intan ataupun kalangan masyarakat yang menyangkut peningkatan pelayanan. Agar Kinerja PDAM di masa periode mendatang lebih baik serta optimal terutama pelayanan kepada masyarakat.

Sehingga, sangatlah wajar apabila berbagai tudingan atau penilaian publik atas managemen pengelolaan PDAM saat ini sangat buruk. Agar tidak salah menentukan jabatan calon direksi, ia mengingatkan, dari mulai proses tahapan yang dilaksanakan oleh tim panitia harus berdasar pada peraturan perundang udangan serta perda yang berlaku agar tidak berimplikasi gugatan dan hambatan dikemudian hari, cetus Dudi.

Seperti diketahui, Buoati Garut akan menggelar proses seleksi tiga jabatan direksi PDAM Tirtw Intan Garut yang selama sudah berakhir dan dijabat oleh tiga pelaksana tugas (Plt). Bupati Rudy berharap, pada bulan Juli 2019 mendatang, tiga pelaksana tugas (Plt) direksi sudah akan diisi oleh pejabat definitif berdasarkan hasil keputusan dari penilaian tim panitia seleksi.

Tiga direksi yang selama ini dijabat oleh Plt setelah ada perubahan stuktur baru, yakni jabatan Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Teknik. “Kita sudah membentuk Tim Panitia seleksi dan sudah siap ,proses seleksi dalam waktu dekat ini. Sehingga pada bulan Juli sudah ada tiga direksi definitif,” kata Bupati.

Baca juga :   Warga Kecewa, Kades Girimukti Obral Janji Soal Jembatan Bambu

Rudy menyatakan proses seleksi setiap calon harus tetlebih dahulu mendaftarkan diri sesuai aturan yang betlaku dan terbuka kepada publik selama proses. “Secara teknis nanti Pak Sekda yang akan melakukan berdama Pansel yang akan memproses seleksi tiga jabata direksi itu,” kata Rudy. (yoes)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan