Wapres JK Resmikan RS Yarsi

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mendengarkan penjelasan dari Direksi RS Yarsi setelah prosesi grand launching RS Yarsi, Jakarta (10/7).

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla (JK) meresmikan Rumah Sakit Yarsi yang berlokasi di Jalan Let. Jend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

JK mengatakan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai fasilitas kesehatan harus dihadapi dengan kesiapan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan. Ini penting sebagai salah satu implementasi dari program Jaminan Kesahatan Nasional (JKN) yang dicanangkan pemerintah.

“Kalau dulu masyarakat ingin ke Puskesmas, sekarang ingin ke rumah sakit yang modern. Itulah tuntunan yang tidak bisa dihindari, karenanya pelayanan harus lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai teknologi yang ada,” kata JK saat grand launching Rumah Sakit (RS) Yarsi di Jakarta, Rabu (10/7 ).

Lebih lanjut, Wapres JK mengingatkan tiga unsur dalam menjaga kesehatan, yaitu faktor genetika, faktor kebersihan, lingkungan bersih, dan keberadaan rumah sakit. Menurut dia, rumah sakit adalah penampung dari tiga masalah yang tidak bisa terselesaikan.

“Kalau saya ke daerah ketika melihat rumah sakit, seperti di Bangka, Direktur rumah sakit bangga antrian pasien sejak subuh. Padahal, kalau antri dari subuh berarti pelayanannya kurang,” ucap JK.

JK membandingkan dokter masa kini tidak bisa hanya bermodalkan stetoskop seperti zaman dulu, kini dokter juga harus mengikuti perkembangan teknologi yang diimplementasikan dalam alat-alat kesehatan. Dengan begitu, pelayanan kesehatan dapat lebih terintegrasi.

“Dokter tidak bisa lagi hanya dengan modal stetoskop bisa kasih resep orang. Oleh karena itu, rumah sakit tanpa peralatan kesehatan, maka tidak akan bisa lagi memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Wapres.

Dalam kesempatan tersebut JK juga mengapresiasi langkah Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) yang menerapkan pelayanan secara syariah Islam.

Baca juga :   Menteri ATR Bantah Pemerintah "Bohong" Bagikan Sertifikat

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan layanan sosial kepada masyarakat. “Dari apa yang digambarkan, tentu kita bangga dengan prosedur apalagi dengan dasar syariah yang diterapkan RS Yarsi,” imbuh JK.

Menurut JK, pengertian syar’i sangat sederhana. Namun ia tidak ingin ada masyarakat yang gagal paham dengan konsep rumah sakit syariah.

Syariah itu sederhana saja kalau tidak haram, maka halal. Kalau halal maka itu syar`i. Jangan-jangan nanti karena rumah sakit syar`i kita disuntik tidak pakai pembersihan dengan alkohol, nanti bahaya juga itu nantinya,” ujar JK.

Wapres JK berharap dengan diresmikannya RS Yarsi dengan kecanggihan peralatan yang dimiliki termasuk pelayanan Helipad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia. “Semoga menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan layanan sosial kepada masyarakat dan dapat menjadi layanan terkemuka di tanah air,” tambahnya.

Dalam sambutannya Wapres JK juga mengatakan bahwa di zaman sekarang ini sebuah rumah sakit perlu diisi oleh tenaga-tenaga profesional di bidang perhotelan untuk memberikan kenyamanan dan keramahan bagi pasien dan pembesuk.

“Dokter tidak bisa lagi hanya dengan modal stetoskop bisa kasih resep orang. Oleh karena itu, rumah sakit tanpa peralatan kesehatan, maka tidak akan bisa lagi memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat,” imbuh JK.

“Perlu juga layanan non-medis, ‘hospitality’-nya. Mulai tadi seperti satpamnya hormat, resepsionis, tempat tidur, menu makan; itu semua kan prinsip hotel sebenarnya. Kalau dokter yang mengatur sprei kan kurang enak,” lanjutnya.

Sementara, Direktur RS Yarsi, Yadi Mulyadi mengatakan, RS Yarsi telah konsisten mengimplementasikan Hospital Information System, yang terintegrasi dalam pelayanan electronic medical record (e-MR), electronic prescribing, Laboratory Information System (US), yang didukung secara komprehensisf oleh Picture Archiving and Communication System (PACS).

Baca juga :   Guru Besar IPB Bambang Hero : Jangan Politisasi Status Siaga Karhutla

Kerja sama dengan beberapa platform juga mendukung untuk dilakukannya online registration.“Ini adalah pelayanan yang kita kolaborasi kan dengan fasilitas yang ada di rumah sakit ini, sehingga Yarsi bisa menjadi referal dari Puskesmas dan rumah sakit lainnya,” ujar Mulyadi.

Termasuk, lanjutnya, Finance dan Human Resource Information System (HRIS) juga dikembangkan untuk manajemen rumah sakit. Pada akhirnya, digital hospital Ini akan terus dikembangkan menjadi sebuah big data yang mampu mendukung peningkatan pelayanan dan kepuasan pasien. “Kalau hanya teknologi yang berjalan sedangkan SDM tidak, maka sama saja seperti robot. Kombinasi inilah yang diperlukan rumah sakit,” katanya.

Selain itu, Mulyadi menargetkan jika RS Yarsi ini menjadi rumah sakit rujukan bencana nasional dengan menggandeng Basarnas karena mereka menyediakan helipad untuk penanganan pasien gawat darurat.

“Jadi kalau pasien yang kena bencana itu kan harus segera dilakukan penanganan, kami sudah melakukan pembicaraan dengan Basarnas terkait hal ini,” ujarnya. Mulyadi menambahkan, mereka juga menginginkan agar rumah sakit Islam menjadi pelayanan utama kesehatan bagi masyarakat Indonesia yang memang mayoritas umat Islam.

Meski baru diresmikan, namun RS Yarsi sudah mulai beroperasi pada 27 Oktober 2018 lalu. RS ini terdiri dari 16 lantai, 35 poliklinik eksekutif, dan 15 poliklinik JKN. RS Yarsi memberikan pelayanan selama 24 jam yang didukung sekitar 100 dokter dengan keahlian di bidang masing-masing. (Dwa)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan