Edy Suripno Bantah Adanya Pembahasan Terkait Minimarket dan Karaoke Bermasalah

Ketua DPRD Kota Tegal, H. Edy Suripno,S.H

Tegal, harianpelita.co – Selama ini, hingga detik ini, permasalahan yang terkait dengan izin minimarket (waralaba) dan tempat karaoke yang bermasalah belum pernah ada pembahasannya dengan dewan (DPRD Kota Tegal).

“Itu semua permasalahan Pemkot Tegal (eksekutif) dan kita kembalikan ke eksekutif. Karena itu ranah mereka, silahkan diselesaikan secara internal dulu,” tegas Ketua DPRD Kota Tegal, H Edy Suripno, S.H saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/7/2019) siang.

Edy Suripno menjelaskan, Perda dan aturannya sudah jelas bunyinya. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tegal, Nomer 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Pada Pasal 8 dan Pasal 18 ayat (1) yang berbunyi: “Usaha Karaoke Tidak Termasuk dalam Jenis Usaha Kegiatan Hiburan dan Rekreasi di Kota Tegal”.

“Kembali kami tegaskan, bahwa hingga kini Pemkot (eksekutif) belum pernah membahas hal tersebut dengan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, H  Dedy Yon Supriyono SE M.M mengatakan, Pemkot Tegal segera evaluasi dan tangani serius minimarket (waralaba) yang melanggar dan tidak kantongi izin, juga tempat karaoke yang batas waktu jatuh tempo perizinannya habis.

Dedy Yon mengaku, ada beberapa minimarket yang membandel dalam arti, sudah diduga melanggar aturan dan belum kantongi izin, namun sudah berani beroperasi. Selain itu, beberapa tempat karaoke juga banyak yang izin operasional lewat jatuh tempo.

“Kami sudah konsultasikan ke rekan DPRD Kota Tegal saat usai Rapat Paripurna beberapa waktu lalu, bahwa ada beberapa minimarket dan tempat karaoke yang perlu adanya penanganan yang serius,” kata Dedy, beberapa waktu lalu.

Sementara, seperti pemberitaan sebelumnya, ada 2 minimarket yang melanggar aturan dan beberapa belum mengantongi izin, namun memaksa beroperasi (bandel). Juga ada 11 tempat karaoke izin operasinya telah jatuh tempo alias habis (bodong) tapi masih juga buka (beroperasi).

Baca juga :   Selamat Datang di Kota Dodol Disoal

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PM PTSP Kota Tegal, Bajari melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan DPM PTSP Kota Tegal, Denny Anggoro saat ditemui di kantornya, kemarin.

Denny mengatakan dengan tegas, surat perizinan tempat hiburan karaoke yang ada di Kota Tegal hampir semuanya habis atau berakhir batas waktu operasinya.

Menurutnya, dimungkinkan tidak dapat diperpanjang lagi izin operasinya, hal itu disebabkan karena terbentur Peraturan Daerah (Perda) Kota Tegal Nomer 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Pasal 8 dan Pasal 18 ayat (1)

“Pihak kami sudah sesuai prosedur dan sudah melayangkan surat berakhir batas waktu usahanya kepada setiap tempat karaoke yang sudah berakhir perizinannya,” tegas Denny.

Denny mengungkapkan, dari data tahun 2018 sudah ada 4 tempat karaoke yang habis batas waktu perizinannya, dan di tahun 2019 ini ada 7 yang sudah habis peizinannya.

“Bagi tempat usaha yang bandel dan masih memaksa buka jam operasionalnya, itu sudah bukan tugas atau kewenangan kami untuk menindaknya, melainkan itu tugas institusi lain, seperti Satpol PP dan dinas terkait lainnya,” pungkasnya.(her)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan