Launching Komunitas Siaga Bencana Muda SD dan SMP

Bupati Garut Rudy Gunawan (paling kanan) berpose bersama Kapolres Garut, AKBP. Budi Satria Wiguna S.Ik, Dandim 0611/Garut, Letkol. Inf. Asyraf Aziz S. Sos., Kepala SMP 1 Garut serta siswa-siswi peserta MPLS.

Garut, harianpelita.co- Dandim 0611/Garut, Letkol inf. Asyraf Aziz S.Sos mengatakan pihaknya berterima kasih pada jajaran Pemerintah Kabupaten Garut yang mendukung adanya Sekolah Siaga Bencana.

Selaku pembina Komunitas Siaga Bencana, edukasi tentang kebencanaan arus diberikan kepada masyarakat sejak usia dini terutama untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) yang ada diseluruh Kabupaten Garut.

Hal itu disampaikan Dandim 0611/Garut saat dilangsungkan Acara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat kabupaten Garut sekaligus launching Sekolah Siaga Bencana. Bertempat di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Garut, Senin (15/7/2019) lalu.

“Saya selaku pembina Komunitas Siaga Bencana Muda yang konsen dengan kegiatan mitigasi bencana dengan mengusung program nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana, dimana edukasi tentang kebencanaan harus diberikan kepada masyarakat sejak usia dini.” jelas Letkol Asyraf Aziz.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim Asyraf menyerahkan jaket Komunitas Siaga Bencana Muda yang diterima secara simbolis oleh Bupati, Kapolres, dan Kepala SMP Negeri 1 Garut. Bupati Garut, Rudy Gunawan melakukan penyematan pin Sekolah Siaga Bencana kepada perwakilan siswa-siswi SD dan SMP.

Acara yang dibuka oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan dan dihadiri oleh Kapolres Garut, AKBP. Budi Satria Wiguna S. Ik, Dandim 0611/Garut, Letkol. Inf. Asyraf Aziz S. Sos., Para Kepala Sekolah PAUD/TK, SD, SMP se-kabupaten Garut serta siswa-siswi peserta MPLS dan tamu undangan lainnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan Lingkungan Sekolah (MPLS) Paud, SD SMP Se- Kabupaten Garut harus mengmplementasikan Sekolah Berbasis Agama. Pihaknya bersyukur bisa hadir pada pembukaan MPLS tersebut.

Semetara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong memastikan tidak terjadi perpeloncoan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). setiap sekolah harus menciptakan siswa berkarakter, bergembira dan berperadaban.

Baca juga :   Bupati Garut Lantik 47 Pejabat Struktural

Totong menghimbau, pada seluruh sekolah termasuk para orang tua murid agar segera melaporkan jika terjadi perpeloncoan terhadap siswa. Penegasan itu untuk menghindari terjadinya kontak fisik saat MPLS.

“Kalau orang tua murid menemukan terjadinya perpeloncoan langsung laporkan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,” ucapnya.

Dirinya mengaku, pada tahun ajaran baru ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut launching berbagai program, yakni launching sekolah siaga, dan launching tahfidz quran baik untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Menurutnya, Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah rawan bencana, makanya pada tahun ajaran baru ini, pihaknya melakukan Lounching sekolah siaga di seluruh Kabupaten Garut. Sedangkan launching tahfidz qur’an adalah setiap tahun kelulusan untuk tingkat sekolah dasar setiap siswa sudah bisa memahami dan menalar 1 juz quran dan untuk tingkat SMP sebanyak 2 juz.

“Kami ingin menciptakan lulusan siswa yang memiliki berkarakter, termasuk bisa menghafal al-Qur’an,” imbuhya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, seluruh siswa harus memberi pelajaran agar siswa bergembira, berkarakter dan berperadaban. Jangan sampai jika ada siswa yang terlambat masuk diberikan sanksi yang keluar dari etika pendidikan.

“Sangat baik jika ada siswa yang terlambat masuk diberikan tugas untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia atau bisa saja untuk menyebutkan butir-butir pancasila, itukan salah satu cara mencuptakan siswa yang berkarakter,” pungkasnya. (yoes)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan