MEDP Harapkan Amil Zakat yang Profesional dan Kredibel

Ketua Yayasan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Tedi Nurhikmat berpose bersama panitia, peserta, dan pembicara MEDP 2019 di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (20/7).

Zakat, infak, sodakoh dan wakaf mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian merupakan nasional dan global. Hal tersebut dikemukakan Ketua Yayasan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Tedi Nurhikmat dalam sambutan pembukaan MAI Executive Development Program (MEDP) 2019 bertempat di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (20/7).

Selain itu, zakat, infak, sodakah dan wakaf juga dapat berkembang jika ditangani secara kredibel, dengan memanfaatkan peran para mustahik dan muzakki secara profesional sesuai dengan syariat “Keempat komponen itu jika menggunakan parameter global, kredibel dan transparan akan menjadi pondasi kekuatan baik di Indonesia ataupun dunia,” tutur Tedi.

Tedi menambahkan, baik mustahik maupun muzaki, keduanya adalah klien amil. “Mustahik adalah klien kita yang harus ditangani dengan baik. Memang benar dalam konteks duniawi mereka adalah orang yang membutuhkan, tapi dalam konteks akhirat. Justru kitalah yang membutuhkan mereka. Di situlah letak pahalanya,” imbuh tedi.

Tujuan dari penyelenggaraan event MEDP ini, Tedi mengatakan agar para SDM MAI mampu bekerja secara profesional, tangguh menghadapi tantangan dan hambatan yang mengjadapi. “MAI Foundation bisa benar-benar menjadi lembaga amil modern, terpercaya dan Rahmatan Lil’alamin seperti yang tercantum dalam tagline ” tegas Tedi.

Senada dengan Tedi, Ketua Pelaksana MEDP, R. Achmad Qodratu mengatakan tujuan dari perhelatan ini ada dua, yaitu mendapat rido dari Allah SWT dan amil zakat yang berkualitas. “Peluang milenial dalam mengelola zakat yang meluas, sangat terbuka unfuk meningkatkan wawasan tim MAI,” kata Qodratu.

Hadir sebagai pembicara sesi pertama, Direktur Zakat Wakaf Kementerian Agama, H. Muhammad Fuad Nasar, M.Sc dengan tema ‘Kemiskinan Global dan Peran Kelembagaan Zakat’. Dalam sesi ini mengupas tuntas mengenai potret kemiskinan umat Islam di Indonesia, pemahaman tentang indikator kemiskinan, serta peran strategis amil zakat ke depannya.

Baca juga :   Audit Keuangan Baznas Raih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, hadir pada sesi kedua membahas tema ‘Leadership is Action not Position’ yang berfokus membahas persoalan kepemimpinan di lembaga zakat dalam era milenial.

“Sebagai pemimpin, yang pertama perlu dimiliki adalah Ibadah yang Istimewa, jangan sampai tidak punya ini. Karena lembaga amil ada banyak, masyarakat bisa memilih, hanya Allah yang bisa menggerakkan mereka beramal di lembaga amil kita,” paparnya sambil mencontohkan beberapa publik figur pengusaha hebat yang memiliki ibadah istimewa, misalnya Sandiaga Uno yang rutin mengerjakan puasa Senin-Kamis, Chairul Tanjung yang mencintai orangtuanya hingga membangun masjid atas nama ibundanya, dan owner Paragon (brand Wardah) yang kencang amalan sedekahnya.

“Saya sendiri mewajibkan diri shalat tepat waktu dan menjadi Imam shalat berjama’ah setiap di kantor,” ungkap Nur Efendi. Baginya menjadi amil tidak sekadar memikirkan memberi makan keluarga saja, tapi juga memikirkan memberi makan satu negara.

Pada sesi ketiga, tema Ekonomi Zakat dibahas oleh pembicara dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifki Ismail. Salah satunya memaparkan analisis pengaruh zakat terhadap perekonomian serta potensi zakat sebagai solusi perbaikan ekonomi saat ini.

Di sesi terakhir, social innovator Erie Sudewo memberikan paparan ‘Leadership Amil lawan Leadership Bisnis’. Ia mengumpan peserta dengan pertanyaan apa perbedaan manajer lawan pemimpin, atasan lawan pemimpin, petarung lawan pemenang dan pasukan lawan pemimpin.

Salah satu peserta MEDP 2019, Agus Budiyanto sebagaj Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ) mengakui pentingnya diselenggarakan event seperti ini, “Banyak amil millenial saat ini yang masih kurang terasah dalam cara berpikir strategis. Di sini, para narasumber mengajarkan amil muda untuk memperkuat value sebagai amil sebelum belajar hal teknis seperti jurus fundraising. Dan ini penting sekali, perlu diikuti oleh lembaga amil lainnya untuk membuat event sejenis ” kata Agus. (dwa)

Baca juga :   KPHI Berusaha Melakukan Perbaikan Layanan Haji




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan