Mukhlis Patahna Terpilih Ketum KKSS Lewat Voting, Jago JK Tersingkir

Penyampaian visi misi para BCKU (Bakal Calon Ketua Umun) KKSS di arena Mubes di Solo, Sabtu malam (16/11/2019). Foto Ist

Solo, HarianPelita.co – Mubes KKSS praktis sudah berakhir pada pukul 02.00 WIB Minggu dinihari di Solo. Mukhlis Patahna mengumpulkan 23 suara dari 32 suara sah BPW. Pesaingnya Andi Djamarro Dulung memperoleh 9 suara. Sementara dua BCKU (Bakal Calon Ketua Umum) yang lain tidak memperoleh suara sama sekali, yaitu Andi Geerhan Lantara yang disebut-sebut dijagokan JK, dan Ahsam Jafar. Satu suara abstein dari Sulawesi Barat

Proses pemilihan berlangsung di luar agenda Mubes yang semula menetapkan pelaksanaan pemilihan Ketua Umum seharusnya dilaksanakan hari Minggu malam.

Sebagian peserta juga mempertanyakan sessi pemaparan visi dan misi BCKU karena seolah dipaksakan Sabtu tengah malam menjelang dini hari.

Melalui proses pemilihan yang dipercepat itu oleh panitia, Muchlis Patahna terpilih sebagai Ketua Umum BPP KKSS periode 2019-2024.

Karena tidak ada BCKU (Bakal Calon Ketua Umum) lain yang mencapai 10 suara. Mukhlis otomatis unggul melalui sistem “voting” karena memborong 23 suara BPW.

Ini beda dengan aklamasi. Kalau aklamasi tidak pakai acara hitung hitungan suara yang dibanding bandingkan sesama kontestan.

Dalam Buku “Rancangan Peraturan Pedoman dan Tata Tertib Mubes KKSS 2019”, disebutkan persyaratan pencalonan Bakal Calon Ketua Umum (BCKU) minimal didukung 5 suara BPW untuk bisa maju sebagai BCKU.

Tapi melalui tawar menawar dengan peserta Mubes, malah disepakati meningkat menjadi minimal 10 suara BPW. Terjadi peningkatan drastis menjadi dua kali lipat.

Perubahan syarat minimal suara dukungan BPW itulah yang ditengarai menyebabkan BCKU seperti Andi Djamaro, Andi Geerhan dan Ahsam Jafar rontok. Caketum Andi Idha Nursanty malah sejak awal lempar handuk, menyerah.

Perubahan syarat minimum BCKU itulah yang diduga keras menjadi senjata pamungkas Mukhlis Patahna untuk membabat kompetitornya.

Baca juga :   Mubes KKSS di Solo: Geerhan Lantara dan Burhanuddin Andi Siap Pimpin Organisasi Warga Perantauan Sulsel

Mukhlis Patahna diketahui sejak lama telah bekerja keras selama lima tahun membangun jaringan dan kekuatan untuk menjadi Ketum. Hal itu dilakukan sejak dikalahkan Sattar Taba pada mubes KKSS di Makassar pada tahun 2014.

Banyak yang menyebut penyusunan materi SC ada kesan “dikendalikan” kubu Mukhlis Patahna melalui pendukungnya yang ditanam di internal BPP. Bahkan sampai kepada pimpinan sidang mubes.

Namun demikian, keterpilihan Mukhlis Patahna sebagai Ketum dianggap wajar oleh mayoritas peserta mubes .

Senior KKSS Zainal Bintang dimintai komentarnya menilai, sosok Mukhlis Patahna pantas jadi Ketum KKSS.

“Dia itu pekerja keras dan berdedikasi tinggi kepada KKSS. Wajar kalau dia terpilih. Sudah pernah Sekjen. Orangnya bersahaja dan santun”; kata Bintang yang menyebut telah mengenal Mukhlis sudah lebih 20 tahun di KKSS.

Dia mulai dari bawah dan suka blusukan mengunjungi warga ke daerah daerah. Terutama yang terkena bencana, ujar Bintang sambil menitip ucapan selamat kepada Mukhlis Patahna sebagai Ketum baru KKSS.

Tantangan Mukhlis ke depan dia harus putar otak memastikan keluarga KKSS di perantauan jangoan sampai terjebak ke dalam konflik etnis yang berujung penderitaan.

Berkaca pada adanya korban-korban jiwa dan harta di Wamena, Papua dan juga Penajam, Kalimantan Timur, “Mukhlis harus aktif menggalang komunikasi dengan senior senior untuk mendukung dirinya mengatasi terjadinya kemungkinan buruk seperti tersebut diatas,” kata Bintang menambahkan. (esa/feb/wa)

 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan