Agnes Mo Tak Layak Dibully

KARENA kebangsaan dan kewarganegaraan memang dua hal yang berbeda. Kebangsaan akan melekat seumur hidup di dalam diri setiap individu.

Tapi kalau kewarganegaraan bisa dilepas kapan saja mau. Jadi rasa cinta tanah air tempat dilahirkan atau dibesarkan itu yang memang harus terus tertanam dan ditanamkan di dalam sanubari.

“Di tanah Kita Berpijak, Di situlah Langit Dijunjung”.

Kalau kita baca salah satu artikel yang mengulas video Agnes Mo secara utuh saat diwawancara, rasanya Agnes tak layak dibully.

Agnes justru dengan fasihnya mengungkapkan rasa bangga bisa menjalani fase hidup dan kehidupan dirinya dengan baik di tengah keberagaman Indonesia.

Trio Kwek-Kwek adalah kosakata yang hanya ada di Indonesia. Itulah yang secara tersirat Agnes banggakan dalam karirnya di dunia musik.

Di dalam wawancara Agnes yang diulas artikel tersebut, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Agnes melecehkan bangsa Indonesia.

Siapapun bangsa Indonesia yang tinggal lama atau lahir di luar negeri, kita yakin jika ditanya akan menjawab hal sama seperti yang diungkapkan Agnes.

“Saya berdarah Indonesia. Di negara ini saya hanya dilahirkan..!!!,”.

Jawaban itu TIDAK SALAH DAN TIDAK DOSA.

Yang salah dan dosaitu kalau mengaku bangsa Indonesia tapi kasih kesempatan bangsa lain untuk membangun di Indonesia bukan membangun Indonesia.

Yang Lebih salah dan dosa lagi mengaku pemimpin Indomesia tapi kebijakannya bikin susah rakyat Indonesia.

Merdeka… Merdeka… Merdeka… (****)




Baca juga :   Negara Mengapresiasi Adat dan Budaya Bangsa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan