Karakter dan Kompetensi Seorang Kepala Daerah

Sampit, Harianpelita.co – Terkait dengan Pilkada serentak 2020 termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng termasuk juga Pilgub Kalteng.

Irwan Fakhrudin warga Kotim juga seorang pemerhati berpendapat menurutnya, untuk menjadi pucuk pimpinan di daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) diperlukan rasa percaya diri yang besar, wawasan yang jauh ke depan, dan kemandirian yang otentik.

Setiap menyaksikan munculnya pimpinan-pimpinan baru di daerah dan mendengarkan pembicaraan pimpinan-pimpinan tua.

Anda mungkin dapat melihat dua sisi mereka sekaligus.

Dua sisi itu seperti sekeping uang logam yang menyatu dan tanpa disadari yang bersangkutan membentuk pikiran kita tentang style mereka.

Dua sisi itu adalah “what a person is” dan “what a person does’.

Ya, seperti kesatuan pada uang logam itulah Stephen Covey menyebut “what a person is” merupakan refleksi atas apa yang ada di dalam hati sanubari dan pikiran seseorang yang membentuk suatu fondasi.

Apakah fondasinya itu kuat dan dalam sehingga membentuk bangunan yang tinggi di atasnya? Atau, fondasinya tipis, dangkal, dan terbuat dari bahan yang mudah rapuh sehingga mudah dirobohkan gelombang dan angin puting beliung

Yang satu berdiri kukuh dan terhindar dari perbuatan nista, sedangkan yang satunya tidak bisa menjulang tinggi ke angkasa.”What a person is” adalah refleksi sebuah karakter.

Akar sebuah pohon yang menancap ke dalam tanah.

Kata seorang filsuf, karakter adalah “apa yang diucapkan malaikat di hadapan Tuhan tentang kita.”Karakter tidak dapat diciptakan meski Anda membayar mahal pengamat-pengamat politik yang memiliki lembaga polling atau pakar-pakar komunikasi yang dapat melatih Anda cara berbicara dan menampilkan ciri di hadapan publik.

Yang dibangun itu cuma sebuah drama yang disebut “reputasi pencitraan”. Karakter berbeda dari “reputasi pencitraan” menurut filsuf tersebut.

Baca juga :   Tokoh Peduli Anti Narkotika Maju di Pilbup Kotim

Reputasi dapat dianalogikan, apa yang diucapkan para pelayat yang hadir pada upacara pemakaman seorang tokoh. Reputasi hanya mencerminkan apa yang tampak di garis luar, disampaikan orang-orang tertentu untuk menghibur hati.

Reputasi adalah ucapan orang yang bisa tulus, bisa juga tidak, bisa juga dibenar-benarkan.

Dengan demikian,latar belakang Anda akan membentuk pribadi Anda.

Pemimpin diukur dari apa yang telah dilakukan untuk rakyat yang dipimpinnya.

Inilah yang merupakan cerminan atas kedalaman kompetensi dan kematangan pribadi seorang pemimpin, yang bisa memajukan dan mensejahterakan seluruh rakyat di daerah yang dipimpinnya.

Meski dibentuk oleh sejarah dan pengalaman hidup, saya kira setiap calon kepala daerah bisa belajar dari pengalaman pendahulunya, apalagi bila meninggalkan jejak rekam (track record) yang bersih, jujur, dan selalu berkhidmat untuk sebesar-besarnya kepada kepentingan seluruh rakyat di daerah yang dipimpinnya.

Kotim dan daerah-daerah lain, yang menyelenggarakan Pilkada langsung serentak 2020, menghendaki pemimpin yang jujur, berpihak pada kepentingan rakyat, mendatangi, dan kreatif serta komunikatif.

Sepintas tampak sulit, apalagi jika Anda dibesarkan dengan yang serba instan dan pragmatis,itu sesuatu yang tampak mustahil dan tidak mungkin. Wallahu’alam bish-shawab. (RAG)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan