Kotim Harus Punya Kepala Daerah Visioner dan Inovatif

Sampit, Harianpelita.co

Pilkada serentak tahun 2020 termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng, menurut warga setempat Irwan Fakhrudin yang juga seorang pemerhati berpendapat, untuk menjadikan Kotim daerah yang sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan semangat Habaring Hurung alias gotong royong.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim yang berkonstelasi politik jelang Pilkada Kotim 23 September 2020 harus direkonstruksi visi dan misinya agar sesuai dengan nilai-nilai nasionalisme para pendiri bangsa, seperti Soekarno dan Hatta.

Kemandirian masyarakat Kotim harus dibangun dengan memberikan kesempatan seluas luas berusaha mengelola sumber daya alam yang tersedia, selain memberikan kesempatan kepada investor dan pihak lain dalam bingkai NKRI.

Dan memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Kotim untuk mengelola sendiri kekayaan alam Kotim.

Karena itu Kotim memerlukan Kepala Daerah yang visioner dan inovatif, terutama untuk memobilisasi sumber kekayaan dan potensi alam Kotim untuk sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat Kotim.

Kekayaan alam Kotim yang melimpah tidak bisa dinikmati seluruh rakyat Kotim, karena diduga kurang maksimalnya Bupati dan Wakil Bupati Kotim yang lalu me-manage untuk kemakmuran seluruh rakyat Kotim.

Kepala Daerah yang visioner dan inovatif itu bukanlah takdir, tapi pilihan kita.

Budaya yang suka menerabas, serba instan dan pragmatis dalam setiap perhelatan Pilkada Kotim sebisa mungkin harus kita hindari betul, sehingga Bupati dan Wakil Bupati Kotim ke depan tidak mengecewakan kita lagi, terutama dalam integritas diri dan pengabdian yang tulus untuk berkhidmat membangun Kotim,agar supaya menjadi daerah sejahtera ,aman, tenteram dan berkeadilan sosial dan mendapat keberkahan dari langit (baldatun thoyyibatun warobbun ghofur).

Sebagai salah satu barometer daerah tingkat dua yang maju di kawasan Kalimantan Tengah, Kotim selalu menjadi sorotan akan kemajuan pembangunan infrastruktur, ekonomi, industri rakyat, dan pariwisata.

Baca juga :   Sekda Kotim Mendaftar di Partai Golkar untuk Pilbup 2020

Selain itu topik mengenai Kotim tak pernah habis diperbincangkan, termasuk siapa yang akan memimpin Kotim berikutnya, karena petahana sudah dua periode alias tidak bisa maju lagi di Pilkada Kotim 2020.

“Pesan moral saya kepada para pemilih yang akan mencoblos di TPS, jangan mendasarkan pilihan pada calon yang punya kemampuan finansial yang besar tapi tidak memiliki jejak rekam (track record) yang bersih, jujur dan berakhlak mulia,” katanya.

Jangan pilih calon Bupati dan Wakil Bupati yang berkuasa diduga hendak menipu rakyat, dan disinyalir memperkaya diri sendiri, serta tidak bisa menjaga amanat rakyat yang memilihnya.

“Pilihlah Calon Bupati dan Wakil Bupati yang punya komitmen kuat untuk memberantas korupsi, peduli kepada rakyat miskin, berbicara sesuai data dan realita, bertindak sesuai nilai-nilai agama dan tidak mencari keuntungan pribadi.Malu jika terpilih dan dilantik, memimpin Kotim dengan ugal-ugalan dan tidak benar, melarang tapi melanggar.Wallahu’alam bish-shawab,” ujarnya. (RAG)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan