Longsor Bebatuan Tutup Akses Jalan Cikajang-Pameungpeuk

Kondisi longsor bebatuan di Desa Karamatwangi, Cikajang,Garut.

Garut, HarianPelita.co – Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan terjadi longsoran bebatuan besar tepatnya di Kampung Legok, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Longsoran bebatuan yang menutup akses jalan menghubungkan Cikajang menuju Pameungpeuk tidak bisa dilaui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.  

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan lonsoran bebatuan besar yang menimpa jalan  yang menghubungkan Cikajang-Pameungpeuk terjadi sekitar pukul 15.50 WIB pada Selasa lalu (25/02/2020). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun untuk sementara jalan tidak bisa dilalui karena tertutup batu besar.

“Saat ini, para petugas BPBD sedang dalam penangan untuk menghancurkan material longsoran batu besar yang menutup badan jalan,” ujarnya, Rabu (26/02/2020).

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Luna Aviantrini mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan alat berat menuju lokasi longsor bebatuan yang terjadi di wilayah Kecamatan Cikajang. “Alat berat sudah dikerahkan untuk proses evakuasi agar kendaraan dari dua arah bisa melintas kembali,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satuan Lalulintas Polres Garut, AKP Asep Nugraha. Menurut Kasatlantas, setelah terjadinya longsor di wilayah Cikajang, pihaknya langsung menutup jalur tersebut untuk kendaraan roda empat dan lebih.

“Untuk kendaraan roda empat yang mengarah ke Pameungpeuk dan sekitarnya kita arahkan agar melalui jalur alternatif lain yaitu, melalui Bungbuluan melawati Pakenjeng,” ucapnya.

Dirinya mengingatkan, pada musim hujan ini terutama masyarakat yang menggunakan jalan Cikajang menuju Pameungpeuk merupakan salah satu daerah rawan bencana di Kabupaten Garut. Dimana kondisi wilayah tersebut berbukit dan banyak tikungan jalan. “Pengendara harus selalu waspada saat melintas jalan ini, karena sering terjadi longsor apalagi jika intensitas hujan tinggi,” pungkasnya.

Baca juga :   Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Mengalami Erupsi, Warga Dihimbau Tetap Tenang

Dua hari sebelumya, terjadi tanah longsor di Kecamatan Talegong dan Cisewu pada Minggu (16/02/2020) malam dan Senin (17/02/2020) pagi. Dalam kejadian tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia terdampak bencana longsor dan satu orang meninggal dunia karena terbawa arus banjir bandang. Selain itu, warga dari 24 rumah di Kecamatan Talegong harus mengungsi karena rumahnya rusak dan terancam bahaya bencana longsor susulan. (yoes/Jang)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan