Pulang dari Australia, Bupati Ruhimat Langsung Meninjau dan Membantu Warganya yang Terdampak Banjir

Sejumlah kendaraan bersiap berangkat dari depan kantor Pemda Subang membawa barang-barang keperluan untuk membantu korban banjir

Subang, HarianPelita.co – Bupati Subang H. Ruhimat tidak mengenal lelah. Baru pulang dari Australia bersama Gubernur Jabar H. Muhammad Ridwan Kamil, ia langsung meninjau lokasi banjir di Pantura dan memberi bantuan warga yang terkena korban banjir di 12 kecamatan di wilayah Subang Utara.

Bupati Ruhimat, Kamis (27/2/20) mengatakan bahwa saudara-saudara kita yang terkena banjir di Pantura ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat. Daerah yang terkena banjir seluruhnya ada 12 kecamatan, namun yang paling parah terdapat di  tiga kecamatan yakni Kecamatan Pamanukan, Legon dan Ciasem.

“Kami selaku kepala daerah,” kata Ruhimat, “harus memperhatikan warganya dan perduli kepada rakyatnya. Kepala daerah harus bertanggung jawab atas musibah yang menimpa warganya. Meskipun hari ini saya baru sampai ke Subang sepulang dari Australia karena diajak  Gubernur Jawa Barat dalam rangka menjajaki rencana akan mengekspor hasil pertanian warga Subang terutama Kopi Asli Subang.”

Menurut Bupati Subang, ia sudah jauh-jauh hari berusaha mengantisipasi terjadinya bencana banjir dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, juga BBWS. Pemkab Subang langsung melakukan normalisasi beberapa saluran irigasi dan sungai di wilayah Subang Utara.

“Terjadinya bencana ini akibat hujan yang sangat ekstrim yang mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Cigadung sehingga mengakibatkan terendamnya tiga kecamatan,” jelasnya.

Untuk bantuan sosial, sejak terjadinya bencana banjir Bupati Ruhimat sudah lebih awal mengintruksikan ke seluruh OPD terutama BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar paling cepat menangani  warga yang terkena dampak banjir.

“Baru sekarang saya sempat meninjau langsung ke lokasi banjir dan membawa bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir, berupa pakaian, mi instan, air mineral, popok bayi, biskuit, selimut, obat-obatan dan beras sebanyak 8 ton. Sementara dana tunai baru terkumpul Rp 11 juta,” sambungnya.

Baca juga :   Iud, Sang "Maskot Sukwan" Butuh Bantuan Pemerintah Lantaran Atap Rumahnya Ambruk

Sementara Sekda Drs. H.Aminudin menambahkan, bantuan ini akan didistribusikan ke lokasi posko banjir Pamunukan, Legon kulon, dan Ciasem. Nantinya akan didistribusikan langsung oleh poskonya masing-masing.

Menurut Amin, secara umum pihaknya akan mendistribusikan ke-12 kecamatan yang terkena dampak banjir. Namun dari 12 kecamatan ada yang paling parah, yaitu Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Legon kulon dan Kecamatan Ciasem.

Menurut hasil pantauan di lapangan, di Kecamatan Ciasem hanya satu desa yang tidak terkena banjir, yaitu Ciasem barat. Sedangkan selain tiga kecamatan itu, hanya pesawahan yang terendam banjir, disusul sarana  perkantoran dan pendidikan.

Masih menurut Aminudin, “Kita sudah lakukan beberapa tindakan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi banjir. Karena bisa dikatakan banjir sudah menjadi langganan karena Pantura adalah merupakan hilir dari hulu sungai Cipunagara, Sungai Cilamatan, dan sungai-sungai lainnya.
Kebetulan dari hulunya banyak hutan gundul akibat kegiatan penebangan. Akibatnya, saat hujan deras berkepanjangan, curah hujan langsung ke sungai dan tanggul juga jebol.”

Kedepannya Pemerintah Daerah Subang akan lebih giat melakukan koordinasi dengan semua pihak, stakeholder untuk memperbaiki aliran di hilir diantaranya saluran air yang  dangkal seperti Sungai Cilamaya, Ciasem, dan Cipunagara akan dinormalisasikan kembali, tegas Aminudin.

Kepala Sub Drive Subang, Nurman mengatakan, kebetulan beras cadangan pemerintah di gudang ada 23.000 ton untuk persediaan jika terjadi operasi pasar atau kebutuhan terjadi bencana atau kekurangan pangan. Sehubungan dengan adanya musibah banjir ini, Sub Drive Subang telah mengeluarkan beras sebanyak 8 ton berdasarkan permintaan dari Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat sebanyak 6 ton dan atas permintaan dari Dinas Sosial Provinsi Jabar sebanyak 2 ton.

“Sekarang beras langsung dikirim ke lokasi posko banjir di tiga kecamatan sebanyak 8 ton. Untuk hari ini tidak menutup kemunginan akan ada lagi permintaan pengiriman beras. Pada dasarnya kami siap karena cadangan beras di gudang masih banyak stok. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” tegas Nurman.

Baca juga :   Peringati HUT RI, Warga Perumahan Puspa Raya Bogor Gelar Puncak Acara Sederhana




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan