Surat Kepada Seluruh Sahabat Wartawan 

IMG-20200319-WA0056

SELURUH sahabat wartawan dan pemimpin media pers yang saya hormati. Soal utama gagalnya kebijakan pembatasan sosial di masyarakat antara lain karena sosialisasi mengenai itu tidak diketahui secara luas oleh masyarakat.

Kita banyak membaca isi berita seperti itu. Bahkan kita sendiri yang membuat dan menyiarkan berita itu.

Baik kita renungkan ini. Kita masyarakat pers punya andil besar jika ternyata penyebaran informasi mengenai wabah yang sangat berbahaya ini tidak sampai merata di masyarakat. Faktanya memang demikian.

Bukti kongkret ini. Di hari pertama Pemprov DKI lakukan pembatasan. Kita, hampir semuanya, cendrung menyalahkan pemprov karena mengurangi armada angkutan umum.

Bukan sebaliknya, yaitu aktif mengingatkan dan memberi pengertian kepada masyarakat terhadap mara bahaya menerobos aturan pembatasan itu.

Tidak kurang Presiden RI sendiri, yang semula menyerahkan penanganan satu daerah kepada kepala daerahnya, meralat kembali pernyataan itu. Malah, kembali menginstruksikan Pemprov DKI untuk menormalkan angkutan umum.

Meskipun beliau juga tetap mengingatkan masyarakat pada kebijakan pembatasan sosial. Mengingatkan masyarakat bekerja dari rumah, belajar dari rumah.

Pak Jokowi tak lupa mencontohkan beliau sendiri rapat kabinet lewat teleconfrence. Sahabat semua, mumpung kita sebagian sudah kumpul di sini, ayolah rumuskan kebijakan pemberitaan kita bersama, secara solid.

Kita mau apa? Masyarakat tetap beraktifitas rutin seperti biasa dengan risiko penyebaran makin meluas, atau kita minta masyarakat bersabar dua minggu mengisolasi diri dan keluarga dengan manfaat virus segera terputus penyebarannya.
Terima kasih.

Mohon maaf kalau ternyata ada kekeliruan mengidentifikasi duduk masalah yang terjadi khususnya di DKI Jakarta. (lham Bintang)




Baca juga :   Trik Terbebas dari Jerat Jerawat

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan