Kebayoran Baru Hadapi Kendala Ketika Sosialisasi SE Gubernur DKI ke Dunia Usaha

Jakarta, HarianPelita.co – Kecamatan Kebayoran Baru menghadapi kendala ketika mensosialisasikan Surat Edaran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (COVID-19) atau Work From Home (WFH) ke dunia usaha.

Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono mengatakan, kendala yang dihadapi yaitu terkait dengan pengimplementasian surat edaran di tempat usaha yang ada di kecamatan tersebut.

“Kendala di lapangan memang ada beberapa restoran yang masih buka. Tempat usaha sudah mengundang orang jadilah keramaian. Salah satu contoh pas malam Minggu di Gultik, kan mengundang orang datang kesitu. Makan sambil nongkrong itu ramai dan malah jadi viral. Kita langsung tertibkan saat itu juga,” ungkapnya, kemarin.

Tomy menuturkan, pengimplementasian WFH ini dirasa sulit bagi dunia usaha di sektor formal seperti gerai franchise makanan cepat saji.

“Yang formal ini yang susah. Jadi mereka tergantung yang di atas (pimpinan). Kalau pedagang nonformal mereka bisa menutup dan membatasi kegiatan usahanya. Para pedagang ini bisa menerima sehingga menutup lebih awal,” bebernya.

Karena itu, Tomy pun mengimbau agar dunia usaha di sektor formal juga dapat menyesuaikan diri dengan adanya surat edaran yang disosialisasikan oleh pihaknya itu.

“Giat saat ini ya mengimbau lah bagaimana caranya mereka bisa membatasi kegiatan untuk tidak mengundang orang,” tandasnya. (Redaksi/Esa)




Baca juga :   767 Mustahiq se-Pesanggrahan Terima Bantuan Bazis

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan