Bupati Ruhimat Menekankan Dana Desa Dapat Digunakan untuk Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Bupati Ruhimat memberikan instruksi terkait penggunaan DD untuk penanggulangan Covid-19.

Subang, HarianPelita.co – Bupati Subang H.Ruhimat menginstruksikan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Subang supaya dana desa dapat dialokasikan untuk kegiatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Itu merupakan instruksi dari Dirjen PDT dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang meminta seluruh pemerintah daerah untuk ikut menangani penularan virus corona (Covid-19) dengan memanfaatkan dana desa,” ujar Ruhimat.

“Secara eksplisit ditekankan bahwa dana desa bisa digunakan untuk langkah-langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar, khususnya dalam kesehatan masyarakat desa,” kata Ruhimat menekankan dana desa merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga berbagai macam aspek, salah satunya sebagai dana antisipasi di tengah pandemi virus corona saat ini.

Bupati Ruhimat meminta Dispemdes segera mengatur langkah-langkah apa yang harus dibuat untuk menguatkan penggunaan dana desa dalam pencegahan penularan virus corona. “Harus segera dan dipercepat. Saya siap menandatanganinya,” ucap Bupati Ruhimat.

Kepala Dinas Pemerintahan Desa Drs. H.Nana Mulyana, M.Si. mengungkapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Desa, PDT dan Transmigraai Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Darurat dan Penegasan Padat Karya Tunai (PDKT) bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Pada desa-desa yang masuk dalam wilayah Keadaan Luar Biasa (KLB) APBDes dapat langsung diubah untuk memenuhi kebutuhan tanggap Covid 19. Adapun kriteria desa yang termasuk Wilayah KLB, kata Kadispemdes, diatur dengan Peraturan Bupati.

“Kalau tidak salah di Kabupaten Subang belum ada desa yang termasuk wilayah KLB dan semoga tidak terjadi. Akan tetapi untuk pencegahan Covid-19 desa dapat mempergunakan dana desa dengan syarat harus melakukan Perubahan APBDes melalui Musyawarah Desa dengan BPD,” kata Nana Mulyana.

Masih menurut Kadispemdes berdasarkan surat edaran tersebut, seluruh kades harus membentuk relawan desa Lawan COVID-19 dengan struktur: Ketua: Kepala Desa; Wakil: Ketua BPD; anggota: perangkat desa, anggota BPD, Kadus, RT, RW, pendamping desa, pendamping PKH, bidan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, karang taruna dan PKK. Adapun surat penegasan dari Bupati baru akan ditandatangani hari Kamis (26/3/2020).

Baca juga :   DKP Lebak Larang Budidaya Arapaima

Sementara Kepala Desa Tanjungwangi Budi Santosa mengungkapkan, “Secara teknis kami kepala desa tidak keberatan terkait DD dipakai buat pencegahan virus corona (Covid- 19). Namun pasti harus ada perubahan APBD Desa terkait ada beberapa kegiatan sebelumnya yang mungkin dialihkan kepada pencegahan penularan virus corona.”

Menurut Budi, sampai saat ini secara petunjuk teknisnya, para kepala desa belum menerima DD dari Dispemdes. “Bahkan bagi kami para kepala desa, justru khawatir DD akan hilang sebagian karena langsung dipangkas di pemerintahan pusat karena ada keterangan dari Menteri Keuangan,” tegas Kades Tanjungwangi.

Sementara Kepala Desa Bantarsari Said Supendi menambahkan, “Kami bersama Babinkabtimas Bripka Agus One, juga Babinsa Subandriyanto, dibantu masyarakat setempat telah melaksanakan penyemprotan di wilayah Desa Bantarsari.”

“Penyemprotan disinfektan dilakukan guna pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19) di wilayah Desa Bantarsari,” ujar Kades Said Supendi.

Dana yang dipergunakan untuk penyemprotan tersebut bersumber dari pinjaman dari salah seorang pengusaha di Bantarsari. Jika sudah ada petunjuk teknis tentang penggunaan DD, nanti akan digantikan.

“Kenapa kami lebih mempercepat penanggulangan pencegahan penularan infeksi virus corona (Covid-19) dengan penyemprotan disinfektan? Karena pada prinsipnya Kepala Desa bersama Babinkabtimas juga Babinsa sepakat lebih cepat penanggulangan pencegahan penularan virus daripada penanganan terhadap orang yang sudah terinfeksi virus corona,” ucap Kades Said Supendi.

“Terkait adanya penegasan harus membentuk tim dan pembahasan perubahan APBDes, kami bersama BPD dan para tokoh akan secepatnya melaksanakan musyawarah,” tegas Kades. (H. Ade Bom)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan