Pemkot Jaksel Gelar Dialog Manajemen Konflik

Diposkan oleh
Wali kota Tri Kurniadi didampingi Kepala Suban Kesbangpol Mohammad Sani (Matsani) pada Dialog Interaktif Manajemen Konflik dan Penencegahan Konflik Sosial bagi Masyarakat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (2/5). pelita/ist
Share yuk!

Jakarta, harianpelita.co – Masalah konflik sosial seperti tawuran antar kelompok masyarakat, antar pelajar, penyalagunaan narkoba, penyebaran berita hoax di medsos dan potensi radikalisme serta persoalan kamtibmas masih kerap terjadi, ini bukan tugas dan tanggungjawab aparat  ataupun pemerintah saja ini juga tanggung jawab seluruh warga masyarakat DKI Jakarta.

“Narkoba, miras oplosan sangat mudah untuk didapati tidak hanya oleh orang dewasa saja namun anak anak pun juga ikut merambah bisnis haram tersebut. Tidak mengenal status sosial PNS, TNI, maupun Polri banyak terlibat dalam narkoba,” ujar Tri Kurniadi saat memberi sambutan pada Dialog Interaktif Manajemen Konflik dan Penencegahan Konflik Sosial bagi Masyarakat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Menurut Tri Kurniado, atas nama pemerintah mengimbau dan mengajak kepada elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya mencegah dan memberantas penyalagunaan narkoba maupun miras. Berbagai macam metode pencegahan terus dilakukan agar nantinya masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam pencegahan.

“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah untuk masyarakat, belajar menangani konflik sebagai corong pada masyarakat agar peserta dapat menularkan ilmu dan pengetahuaan yang didapat setelah mengikuti dialog ineteraktif, manajemen konflik dan penangan konflik,” tegasnya.

Sementera Kepala Suban Kesbangpol Mohammad Sani (Matsani) menambahkan,  kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dalam konflik sosial di masyarakat serta bertujuan memberikan ruang dialog secara langsung tentang penanganan pencegahan konflik sosial dari narasumber sehingga dapat melakukan pencegahan-pencegahan terhadap konflik sosial agar terwujud lingkungan yang aman dan sehat di wilayah Jakarta Selatan.

“Kami selalu sigap membina masyarakat untuk memahami arti berita hoax dan potensi radikalisme di wilayah Jakarta Selatan. Ini tanggung jawab kita, serta instansi terkait untuk lebih mendalami persoalan di tengah masyarakat,” kata Matsani. (rls)

Baca juga :   Kesbangpol Gelar Peningkatan Kemitraan Pemerintah dengan Partai Politik
 Tags: , , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan