DKP Lebak Larang Budidaya Arapaima

Diposkan oleh
Kabid Pengelolaan Pembudiyaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana
Share yuk!

Lebak, harianpelita.co – Pemkab Lebak, Banten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menyebarkan surat himbauan kepada masyarakat agar tidak melestarikan ikan Arapaima karena dapat menimbulkan kerusakan ekosistem dan habitat lainya.

“Kami sudah menyebar surat imbauan kepada masyarakat agar tidak memelihara maupun membudidaya ikan Arapaima,” kata Winda Triana, Kabid Pengelolaan Pembudiyaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Senin (23/7).

Selama ini, populasi ikan Arapaima di Kabupaten Lebak belum ditemukan baik di daerah aliran sungai (DAS) maupun kolam milik masyarakat. Ikan Arapaima merupakan jenis ikan predator dan masuk kategori dilarang berkembang di Indonesia karena cukup berbahaya. Adapun bobot berat ikan tersebut mencapai 200 kg dengan panjang tiga meter.

“Kami meminta masyarakat jika menemukan ikan Arapaima sebaiknya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” ujarnya.

Winda menjelaskan, populasi habitat ikan Arapaima aslinya berkembangbiak di Benua Amerika, khususnya di Amerika Selatan. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan di sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Lebak,terkait penemuan ikan predator di Sungai Brantas, Jawa Timur. Penemuan ikan Arapaima di Sungai Brantas dengan berat 40 Kg dan panjang 1,5 meter dilepas oleh pemiliknya.

“Kami berharap masyarakat tidak membudidayakan ikan Arapaima karena dilarang berkembang di Indonesia,” katanya.(man/sul).

Baca juga :   Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut dalam Pemberdayaan Hasil Produk UMKM
 Tags: , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan