Disdik Berharap Peran Serta Perusahaan Memajukan Pendidikan Kota Bekasi

Diposkan oleh
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Disdik Kota Bekasi, Krisman Irwan
Share yuk!

Bekasi, harianpelita.co – Guna memajukan pendidikan diwilayah Kota Bekasi, peran serta pihak ketiga sangat dibutuhkan. Sebab pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi peran serta pengusaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sangat diperlukan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Disdik Kota Bekasi, Krisman Irwandi, Jumat (31/8) mengatakan, diakui saat ini sudah ada pihak ke tiga yang membantu sarana dan prasarana sekolah.

Seperti, bangunan sekolah baru maupun bangunan ruang kelas baru, bahkan ada pula pihak ke tiga yang membantu pembuatan taman. Seperti membangun taman sekolah di SMA Negeri 1 Kota Bekasi.

Diakui, untuk tahun 2018 ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi untuk Disdik masih sangat kecil. Untuk bangunan SD Negeri saja hanya mendapatkan 4 (empat) SD.

Mengingat kita masih banyak membutuhkan bangunan sekolah baru dan masih ada pula bangunan sekolah yang rusak, untuk tahun 2019 mendatang Disdik Kota Bekasi mengajukan APBD sebesar Rp 20 miliar.

“Itupun kalau disetujui, biasanya antara pengajuan dan realisasi tidak sama. Namun demkian, saya berharap pengajuan APBD untuk Disdik Kota Bekasi tersebut dapat setujui,” jelasnya.

Menurut Krisman, saat ini ruang kelas SD Negeri yang ada di Kota Bekasi keseluruhannya berjumlah 2.514 ruang kelas. Dengan jumlah 419 SD dan dari jumlah tersebut masih ada bangunan SD yang perlu diperbaiki, karena kondisinya rusak.

Selain itu, masih ada pula mebeler sekolah yang rusak dan perlu diperbaiki. Untuk itu, bantuan pihak ke tiga sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Disinggung adanya merger sejumlah SD Negeri di Kota Bekasi, Krisman mengatakan, untuk melakukan merger diperlukan beberapa pertimbangn. Diantaranya, jumlah murid yang minim. Artinya, tidak sesuai jumlah murid yang ada, sehingga jam belajar dan mengajar tidak tercapai.

Baca juga :   Pemenang JakBEE Jaksel Akan Dikirim ke Tingkat Provinsi

Untuk sekolah yang dimerger perlu adanya penempatan Kepala Sekolah (Kepsek) yang dimerger, para Kepsek yang terkena merger akan ditempatkan disekolah baru yang membutuhkan karena posisi kepala sekolahnya kosong.

Sedang untuk para gurunya akan kita carikan solosinya, agar penempatannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

“Merger tersebut sudah ada payung hukumnya yakni berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bekasi yang dikeluarkan pada bulan Oktober 2017 lalu,” kata Krisman. (adv)

 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan