Tingkatkan Profesional Perawat, PPNI Gelar Konferensi Internasional

Diposkan oleh
etua Umum PPNI Harif Fadhilah (kanan) saat memaparkan seminar PPNI di Hotel Atlet Century Park Jakarta (1/12).
Share yuk!

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan organisasi profesi yang dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun perawat dan berfungsi sebagai pemersatu, pembina, pengembang dan pengawas keperawatan di Indonesia. Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengembang profesi keperawatan, PPNI telah melaksanakan berbagai kegiatan termasuk kegiatan ilmiah seperti pelatihan, training of trainer, workshop, dan seminar di tingkat lokal dan nasional pada berbagai cabang ilmu keperawatan. Kini, PPNI untuk pertama kalinya menggelar kegiatan ilmiah bertaraf internasional, yang berlangsung pada 1-2 Desember 2018 di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta.

Untuk pertama kalinya acara ini digelar dan diikuti oleh The Internasional Council of Nurses sebagai asosiasi keperawatan dunia lebih dari 135 negara anggota. Tujuan dari konferensi adalah: mengembangkan kapasitas keilmuan perawat di Indonesia, membangun dan memperkuat jejaring antar profesi keperawatan dan stakeholder multinasional, dan menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan terkini tentang peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan aspek-aspek yang memengaruhinya (pendidikan, penelitian, dan kebijakan).

Adapun tema yang diusung ‘Quality Improvement of Nursing Services: Issues and Strategies’ dengan cakupan topik meliputi : (1) Nursing Education and Research, (2) Nursing Services (Clinical Practices, Clinical Issues), (3) Professional Life (Policy, Career Development, Professional Issues), dan Nursing Management (Reward System, Job Satisfaction). Peserta yang hadir hadir sekitar 250 orang dari berbagai negara antara lain Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Filipina, dan Kuwait yang terdiri dari praktisi, akademisi, manajer, peneliti, dan mahasiswa dari profesi keperawatan dan profesi kesehatan lainnya.

Konferensi menghadirkan pembiacara utama, yaitu Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia), yang diwakili dr. Sigit Priohutomo, MPH (Deputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan; Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN); Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Prof. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D (Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Ristekdikti).

Baca juga :   Festival Museum Yogyakarta 2021 Resmi Dibuka

“Penyelenggaraan konferensi internasional ini diharapkan akan mendatangkan manfaat dalam mengembangkan kapasitas anggota PPNI yang berjumlah sedikitnya 456.801 orang dengan pertambahan rata-rata 35.000 sampai 45.000 per tahun,” kata Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah dalam keterangan resminya dengan awak media, Sabtu (1/12). Lebih lanjut ia mengatakan PPNI merupakan anggota International Council of Nurses (ICN) ke-129 di tingkat dunia dan secara aktif terlibat dalam forum-forum regional ICN seperti Alliance of Asian Nurses Association (AANA) dan Asia Workforce Forum (AWFF).

PPNI juga masuk sebagai organisasi profesi dalam pembahasan pertukaran jasa tenaga kesehatan dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ia menambahkan, konferensi internasional merupakan salah satu sarana untuk mengkomunikasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan terkini berdasarkan hasil-hasil penelitian dari Indonesia dan dari berbagai negara di dunia, membangun dan memperkuat jejaring antar profesi keperawatan dan stakeholder multinasional, dan menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan terkini tentang peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan aspek-aspek yang memengaruhinya (pendidikan, penelitian, dan kebijakan. (*)

 Tags: , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan