Bawaslu Subang Belum Menjalankan Tugas Sesuai UU No. 7 Tahun 2017

Diposkan oleh
Cucu Kodir (Komisioner Bawaslu ) Subang
Share yuk!

Subang, harianpelita.co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (bawaslu) Kabupaten Subang diduga tidak melakukan fungsinya secara maksimal berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 yang memiliki kewenangan besar, tidak hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai eksekutor hakim pemutus perkara.

Bagi Bawaslu saat ini dan ke depan, terbentang tantangan historis untuk membuktikan peran dan eksistensi strategisnya dalam mengawal pemilu yang berintegritas untuk kemajuan bangsa.

Perjuangan reformasi politik pasca reformasi melalui gerakan rakyat (people power) Mei 1998 berhasil menumbangkan Orde Baru. Lahir dari kenyataan bahwa selama rezim Orde Baru, rakyat Indonesia merasakan kekecewaan akibat praktik demokrasi yang prosedural.

Namun, pada kenyataannya, Bawaslu di Kabupaten Subang tidak melakukan itu. Bahkan, terkesan monoton, membiarkan para calon legislatif (caleg) di setiap Dapil melakukan pelanggaran, seperti mengkampanyekan dirinya dengan memasang iklan di beberapa media online terbitan Subang. Tidak hanya itu banyak juga para caleg yang memberi bantuan di acara keagamaan, seperti memberi sumbangan mubalig berikut konsumsinya di acara peringatan Maulidan Nabi .

“Mubalig sendiri seolah bebas mengkompanyekan calegnya. Padahal acara tersebut dihadiri pengawas kecamatan (Panwascam) dan pengawas desa,” ujar Dadang Igo kepada Harian Pelita, Senin (3/12/2018).

Dadang,menyebutkan, seharusnya Panwascam,dan Pengawas Desa, melakukan pengawasan sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017. Siapapun yang melakukan pelanggaran melakukan kampanye (mengarahkan untuk memilih) seseorang sebelum waktunya, apalagi melakukan money politic itu harus ditindak,

Sementra Komisioner Bawaslu Subang, Cucu Kodir, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengatakan, tidak adanya laporan dari pengawas kecamatan (Panwascam) tentang kempanye yang dilakukan oleh mubalig di saat acara memperingati Maulid Nabi,dengan mengajak,atau menyuruh memilih caleg tertentu.

Ketika ditanya lebih lanjut masalah tugas Bawaslu, Cucu malah mengarahkan untuk menanyakan hal tersebut ke komisioner yang lain. (ck.276)

Baca juga :   Program Sapapait Samamanis 39.000 KK Non DTKS menerima Bantuan dari Dampak Covid-19
 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan