MGMP Kabupaten Tegal Tingkatkan Kompetisi Guru

Diposkan oleh
Pemateri dari PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Muh Arif Budiman yang juga merupakan Teknikal Trainer, didampingi panitia kegiatan, tengah memberikan praktik terhadap peserta kompetisi, Rabu (5/12/2018).(photo:herdian/pelita)
Share yuk!

Slawi, harianpelita.co – Sedikitnya 36 guru yang terdiri dari 35 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan TKR, baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Tegal mengikuti kompetisi guru. Kompetisi guru yang digelar MGMP TKR Kabupaten Tegal tersebut bekerja sama dengan PT Tata Motors Distribusi Indonesia.

Ketua MGMP TKR Kabupaten Tegal, Muktarom mengatakan kegiatan tersebut maksud tujuannya untuk meningkat kompetisi guru SMK khusus jurusan TKR, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Menurutnya, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (3-5/12) dan digelar SMKN 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal.

“Pemateri/narasumber kita dari PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Pelatihan dilaksanakan dengan memberi materi teori dan praktik selama tiga hari,” ujar Muktarom saat ditemui di ruang praktiknya, Rabu (5/12).

Sementara, pemateri dari PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Muhammad Arif Budiman yang juga merupakan technical trainer, menambahkan, materi yang diberikan secara teori dan praktek. Salah satunya materi engine management system (EMS), yang di dalamnya terdiri dari air intake system, electronic control system, fuel delivery system, igtinion control system dan emission control system.

“Kami merupakan importir merek Tata, yakni anak perusahaan Tata Motors Limited India. Sedangkan produksi kendaraan niaganya seperti, truk, pickup, truk ringan dan truk berat,” ungkap Arif.

Sedang materi EMS itu menurutnya, adalah sebuah sistem yang mengontrol mesin, khususnya mesin bensin atau mesin injeksi untuk roda empat. Produknya Honda Brio, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Cevrolet Spin dan Honda Jazz.

“Kita simulasi juga mulai dari mengenal komponen, mengenal funggsi, cara kerja, sampai bagaimana memeriksa dan menentukan kerusakan setiap komponen,” terangnya.

Arif menambahkan, umumnya kalau guru memahami dan menguasai materi tersebut sudah bagus. Namun, menurutnya, selama ini guru hanya tahu cuma sistem kerja mesin saja. Cuma dasar cara kerja dan teoritis. Seperti halnya kondisi normal, tapi kalau ada kerusakan, mereka belum menguasainya.

Baca juga :   Para Jurnalis Harus Masuk Organisasi Profesi yang Diakui Dewan Pers

“Makanya kita akan meningkatkan kompetensi guru, suapaya siswa bs bersaing. Tujuan yakni, supaya guru dan siswa mampu berkompetisi dan LKS bisa meningkat. Walau cuma tiga hari, akan tetapi mimpinya besar,” pungkasnya. (her)

 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan