Tunggakan BPJS Rp 16,5 M RSUD Ciereng Subang Terancam Bangkrut

Plt Direktur RSUD Ciereng, dr Nunung Suhaeri.
Share yuk!

Subang, harianpelita.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Subang yang terletak di Jalan Mayjen Katamso saat ini mengalami krisis keuangan karena klaim layanan BPJS Kesehatan selama 2 bulan belum terbayar. Tak tanggung-tanggung tunggakan klaim yang menjadi ancaman serius kolapsnya rumah sakit milik pemkab setempat itu mencapai Rp 16,5 miliar.

Angka tersebut tercatat mulai Oktober hingga November. Bahkan, kondisi itu diprediksi bakal semakin parah menyusul belum adanya kepastian pembayaran dari BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

Plt Direktur RSUD Ciereng dr Nunung Suhaeri saat dikonfirmasi Jumat (14/12) membenarkan kondisi genting yang dihadapi rumah sakit yang dipimpinnya. “Klaim yang belum dibayar awalnya Rp 16,5 miliar dan saat ini masih tersisa Rp 13,8 miliar,karena sudah terbayarkan sebagian,” kata Nunung.

Dia mengungkapkan, tunggakan klaim BPJS Kesehatan yang mencapai puluhan miliar tersebut menjadi ancaman yang sangat serius bagi kelangsungan pelayanan rumah sakit.

Nunung mengakui bahwa hampir seluruh pasien BPJS yang dirawat di RSUD Ciereng terpaksa harus membeli obat sendiri keluar karena pasokan obat sudah menipis. Namun nanti setelah ada pencairan dari BPJS uang pasien akan dikembalikan.

Saat ini saja, lanjut dr Nunung, hampir sebagian besar pembelian obat-obatan untuk pasien mulai tak terbayar. “Bagaimana bisa terbayar, obat yang digunakan pasien BPJS juga belum terbayar,” ujarnya mengungkapkan dampak sistemik tunggakan BPJS terhadap keuangan di rumah sakit. (ck.276)

Baca juga :   Korem 063/SGJ Ajak Polres Cirebon Gelar Karya Bhakti di Keraton Kasepuhan
 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan