Baznas Kenalkan Batik Sebagai “Nation Brand”

Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta (keenam kiri) berfoto bersama model yang memperagakan baju batik pada acara "Nation Brand" di kampus UMJ, Sabtu (22/12

Baznas mengenalkan batik sebagai “Nation Brand” untuk menjaga identitas bangsa, meningkatkan ekspor, investasi, pariwisata, dan dalam hal ini, yang utama adalah meningkatkan kesejahteraan para mustahik.

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru, didampingi Kepala Bagian Marketing Komunikasi Baznas, Budi Margono, menyampaikan hal ini dalam Talk and Fashion Show Rumah Batik dan Tenun Indonesia yang diselenggarakan oleh Baznas bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (22/12). Turut hadir Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta dan founder Eco Fashion Community dan Sahabat Pulau Indonesia, Rita M. Darwis.

Nation Brand saat ini tengah tren di berbagai negara maju sebagai cara untuk memperkenalkan identitas bangsa dan memberikan citra positif bagi masyarakat internasional yang dapat memberikan dampak positif di bidang ekonomi. Ia mengatakan, dalam upaya mencapai itu,

Baznas mengembangkan program pemberdayaan Rumah Batik dan Tenun Indonesia untuk para perajin kain tradisional di berbagai daerah. Program ini menjadi marketing board bagi program-program pemberdayaan kain berbasis dana zakat, infak, dan sedekah yang dilaksanakan Baznas.

“Baznas ikut mempromosikan batik sebagai ‘Nation Brand’ dengan harapan, secara optimal batik bisa lebih dikenal di dunia internasional yang tentu berdampak bagi perekonomian bangsa. Namun, banyak pengrajin kain batik mau pun tenun di berbagai daerah di Indonesia masih berada pada garis kemiskinan, untuk itu,

Baznas melakukan pemberdayaan yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para mustahik,” katanya. Saat ini, terdapat tiga wilayah pengembangan program pemberdayaan Rumah Batik dan Tenun Indonesia, yakni di Tuban yang memproduksi batik, kain tenun di Ende NTT, dan kain songket di Sambas Kalimantan Barat.

Baznas melakukan pendampingan berupa pelatihan, pemberian modal, produksi, dan membantu. Dengan dilakukannya pemberdayaanya ini, pendapatan warga yang sebelumnya jauh di bawa upah rata-rata wilayah, bisa meningkat lebih dari rata-rata tersebut.

Baca juga :   J.CO Run 2019 Siap Digelar April 2019 di ICE BSD

“Rumah Batik dan Tenun Indonesia yang dikembangkan Baznas, dalam produksinya juga menerapkan konsep ramah lingkungan, bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. Ini tentu bisa lebih membuat penyebaran ‘Nation Brand’ bisa lebih optimal,” kata Randi.

Untuk meningkatkan pemasaran dan kualitas produk, serta mengenalkan lebih luas “Nation Brand”, Baznas mendorong para perajin untuk mengikuti berbagai acara pameran skala nasional maupun internasional. Pada November 2018 lalu, kain batik dan tenun hasil perajin binaan Baznas, dipamerkan di acara EcoFashion Week di Jakarta yang digelar untuk pertama kalinya di Indonesia.

Selain itu, produk hasil Rumah Batik dan Tenun Indonesia Baznas juga dipamerkan di Surabaya dalam acara International Sharia Economic Forum (ISEF) Fair, yang merupakan kegiatan pendamping untuk konferensi internasional yang diselenggarakan Bank Indonesia dan diikuti oleh delegasi dari berbagai negara.(*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan