Hiswana Garut Jamin Stok Gas 3 Kg Stabil

Humas Hiswana Migas, Evi Alvian
Share yuk!

Garut, harianpelita.co – Himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas (Hiswanamigas) Kabupaten Garut, menjamin kebutuhan stok gas subsidi 3 kilogram selama bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 1440 H stabil dan cukup aman.

Bahkan, Pertamina telah memberikan tambahan sebanyak 314.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Garut. Sehingga dipastikan tidak akan terjadi kelangkaan stok gas elpiji 3 kg di pasaran maupun kesulitan masyarakat untuk mendapatkan gas di tingkat konsumen.

Menurut Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi Alvian, pasokan gas 3 kg bersubsidi di Kabupaten Garut sebanyak 1.300.000 tabung per bulannya. Seiring dengan banyaknya permintaan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, pihaknya mendapat tambahan kuota dari Pertamina yakni sebanyak 314.000 tabung. Sehingga total kebutuhan yang fiterima Hiswana Migas Garut mencapai 1.614.000 tabung per bulannya.

“Kita pastikan stok kebutuhan gas elpiji 3 kg di Garut stabil dan cukup aman karena adanya tambahan kuota pasokan dari pertamina 314.000 tabung selama bulan puasa hingga Idul Fitri nanti,” katanya, Senin (6/5/2019).

Evi menegaskan, dengan penambahan kuota gas elpiji maka pihaknya menjamin tidak ada kelangkaan gas di pasaran terutama masyarakat yang selama ini mendapat jatah gas bersubsidi. “Untuk Garut kebutuhan setiap hari sebanyak 52.000 tabung dan selama puasa hingga lebaran maka tersedia pasokan setiap hari mencapai 64.000 tabung lebih,” sebut Evi.

Evi juga mengingatkan sebenarnya kebutuhan gas yang disediakan oleh Hiswana Migas idealnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin sesuai kategori yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun kenyataannya., masyarakat mampu termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang sudah seharusnya beralih ke gas nonsubsidi tidak lagi menggunakan gas untuk golongan masyarakat yang tidak mampu.

Baca juga :   Ratusan Seniman Cukur Garut Terima Bantuan Kementrian PUPR

“Kami berharap para ASN atau golongan masyarakat mampu untuk tidak lagi menggunakan gas subsidi 3 kg yang merupakan kebutuhan masyarakat miskin. Sehngga akan terjaga stok kebutuhan masyarakat miskin di lapangan untuk mendapatkan gas 3 kg tersebut,” tandasnya.

Disinggung soal lonjakan harga gas di pasaran, Evi menyatakan Hiswana Migas tetap memberlakukan Harga Eceran Tetap (HET) gas subsidi sebesar Rp 16.ribu dari pangkalan. Apabila pihak pangkalan menemukan penjualan di atas harga tidak sesuai HET, dirinya meminta masyarakat segera laporkan ke Pertamina.

“Jika ada pangkalan yang menjual gas su sixi diatas harga HET, maka kami akan berikan sanksi bisa secara administrasi atau bisa dicabut ijin usahanya,” pungkas Evi. (yoes)

 Tags: , , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan