DLH Garut Siapkan Sanksi Pelanggar Kebersihan

Tumpukan sampah pasca lebaran masih tampak terlihat diwilayah perkotaan yang tidak terangkut oleh Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut.
Share yuk!

Garut, harianpelita.co – Guna mengatasi peliknya persoalan penanganan persampahan di wilayah Kabupaten Garut yang dinilai sudah kadung semrawut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut berencana menerapkan sanksi bagi pelanggar kebersihan.

Bahkan, pihak DLH sudah menyiapkan dibentuknya Tim Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk pelaksanaan pemberlakuan sanksi-sanksi atas terjadinya pelanggaran kebersihan tersebut. “Kita akan membentuk Tim Tipiring. Disiplin itu kadang harus dipaksa terlebih dahulu,” kata Sekretaris DLH Kabupaten Garut, Guriansyah, kamis (13/6/2019).

Menurutnya, pengenaan sanksi serta pembentukan Tim Tipiring dibutuhkan karena penanganan persampahan di Garut saat ini merupakan persoalan cukup serius sangat mengkhawatirkan.

Dengan dibentuknya Tim Tipiring, kata Guriansyah, pelaku pelanggar kebersihan dapat ditindak, serta dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggarannya. Semisal, orang membuang sampah ke jalan, atau sungai maka bisa saja ditindak dengan dikenai sanksi denda sebesar Rp.50 ribu hingga Rp.500 ribu.

Diharapkan,langkah tersebut dapat mengurangi kasus pelanggaran penataan kebersihan lingkungan atau pengelolaan sampah. “Upaya ini perlu koordinasi lebih lanjut dengan instansi lain. Mulai dari Satpol PP, pihak Polri, dan TNI untuk dimasukan menjadi bagian Tim Tipiring,” tandasnya.

Dirinya berharap masyarakat juga bisa menjadi lebih sadar akan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan. “Bisa dimulai dari hal kecil. Seperti kesesuaian menempatkan sampah pada tempatnya dengan waktu tidak lebih dari jam 6 pagi, dan lainnya. Sehingga lambat laun penanggulangan sampah dapat terurai,” katanya. (yoes).

Baca juga :   Pembukaan Turnamen Volly Ball Putra Semi Open Tapung Makmur Cup II Tahun 2020
 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan