Empat Tokoh Paling Populer Kata Warga Tangsel

Tangerang Selatan, HarianPelita.co – Tak kenal maka tak sayang, kenal maka akan di sayang, nyatanya peribahasa itu benar adanya setelah 10 tahun masa pemerintahan ARD (Airin Rachmi Diany-Red) – Benyamien berlangsung.

Faktanya masih banyak warga Kota Tangerang Selatan tidak mendapatkan kesempatan dan keberuntungan di Kota kelahirannya sendiri.

Sebut saja Saud Bin Namar (67 tahun) adalah warga asli Pondok Benda Pamulang,

Menurutnya dikala Pilkada datang para calon akan menemuinya meminta pertolongan suara atau pun bantuan non medisnya tetapi laksana air susu di balas air tuba satu pun janji pejabat yang berhasil dibantunya hingga sekarang tak pernah menepati janjinya.

“Mereka datang pas ada maunya doangan giliran udah menang mah boro boro ditepatin itu janji, sampe sekarang be jalan masih belok”. katanya dengan logat kental betawinya Minggu ( 12/1/2020) kepada wartawan.

“Banyak orang pinter di tangsel pada keblinger dan biar Allah yang ngebalesnya,” kata Mang Saud biasa di sapa.

“Kita mah ga’ butuh pemimpin kayak begituan! kalo tangsel masih punya pemimpin model begitu ya!  gak bakalan maju dah tangsel! begini bengini bae,” ungkapnya.

Kejenuhan masyarakat tangerang selatan bukan sekali dua saja merasa terpinggirkan dan terdzolimin dari persoalan tanah warga puri intan, banjir, lahan parkir ilegal, proyek yang mangkrak.

Pembangunan gedung sekolah SD yang asal asalan hingga mengundang nyawa muridnya seperti di rawa buntu, kasus guru rumini, PTSL yang jadi proyek bancakan, pelayanan publik yang tebang pilih.

Kasus korupsi alat kesehatan yang belum selesai bahkan hingga kasus tanah Saud Bin Namar yang diduga diserobot oleh lembaga pendidikan islam seluas-luasnya hektare menjadi bobroknya pemerintahan selama dua periode Airin Rachni Diany-Benyamien Davnie sehingga membuat warga dilematis dan jenuh atas style pemimpinnya.

Baca juga :   Bupati Ruhimat Ajak Dua Kades Jalankan Program Subang Jawara

Berkaca dari sana kini warga masih disuguhi oleh aktor aktor intekektual yang terbiasa bermain proyek siluman yang ikutan sebagai peserta pilkada tangsel sementara warga seolah dibuat kebingungan untuk memilihnya.

Saud merasa kesal dan jengkel jika ditanyakan siapa yang layak memimpin Tangsel, katanya cuma orang jujur dan tak punya uang yang pantas dipilih tapi mustahil menang

Masih Kata Saud, warga tangsel hanya kenal 4 orang tokoh yang benar benar bisa di harapkan

“Saya hanya kenal Lurah Tomi, Sekda Muhamad, Bambang Sudiyono pencetus dapur umum santri dan pekerja sosial juga tokoh cipasera Yardin,” cetusnya seraya berdoa supaya dimenangkan hajat keempat calon yang disebutkannya..

Terpisah eks Komisioner KPK M Jasin mengatakan jika sistem politik kita belum baik, banyak oknum politiknya tidak berintegritas lalu orientasinya mengumpulkan kekayaan akhirnya menyalahgunakan kewenangan dalam jabatan dan melanggar hukum,” urainya

Kedewasaan berpolitik di Indonesia itu masih rendah, sehingga motivasinya bukan menguntungkan masyarakat tetapi menguntungkan pribadi dan kroninya

“Ukuran pinter, kapabel tidak laku dijual yamg laku dijual dalam politik di indonesia adalah seberapa besar modalnya,”ucapnya. (Redaksi/diaz/mus)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan