Ngopi Sewarung Mr Ten: Terobosan Baru Politik Pilkot Tangsel

Share yuk!

Tangerang Selatan, HarianPelita.co – Ada 10 M yang harus dilakukan untuk menjadi pemimpin di Tangerang Selatan papar Rizal Bawazier dalam diskusi publik dalam ngopi sewarung Mr Ten di rumah makan kawasan BSD Serpong, Selasa (12/2/2020) kemarin.

“Tangsel memiliki PAD yang tinggi dalam capaiannya dan sebagai kota baru bagi provinsi Banten sangatlah potensial sebagai membantu PAD Provinsi Banten”. tuturnya

Urai Rizal, sayangnya pertumbuhan pembangunan yang pesat tetapi minim perhatian kepala daerah  atas jam kerja yang diterapkan oleh pengusaha . “Jika ssya dipercaya sebagai kepala daerah kemungkinan akan saya bangun  skill development center sebagai pusat tenaga kerja dan ahli di Kota ini”. tegas Rizal.

Dinasti Politik Kurang Diminati Masyarakat Dan Persepsi Pengamat

Rizal Bawazier memandang dinasti dapat dicegah bersama dan dilawan jika melahirkan ketidakadilan dan kesulitan hidup di era keterbukaan informasi dan reformasi

“Korupsi sangatlah menyusahkan seluruh masyarakat tetapi jija bicara dinasti piolitik yang sudah ada di Banten, saya enggan mengomentari, siapa pun lawan politik saya akan tetap berusaha menarik simpatik warga Tangsel,” pungkas Rizal

Berbeda persepsi dengan pengamat politik seperti Taftani, Menurutnya  faktor yang akan dibangun dalam berpolitik adalah integritas calon pemimpin harus berani melawan lawan politik tanpa memandang underestimate  atas dinasti politik yang ada.

Taftani pun menyimpulkan politik memiliki ciri khas yang berbeda mengingat banyaknya ruang publik untuk mengkritisi penyelegaraan pilkada tangsel yang berlangsung tahun 2020.

“Politik pilkada di Tangsel hanya memampangkan wajah wajah ganteng tetapi warga tidak mengetahui detail mungkin isi kepala calon pemimpimnya apalagi karakternyan,” cetus Taftani

“Warga BSD memang terkesan elite karena memang language politik yang disampaikan oleh calon tidak pernah sampai kedepan rumah, berbeda dengan warga di sekitaran BSD hingga bisa dilirik dengan termpampang wajah para balon (bakal calon-Red) tetapi warga masih kurang yakin atas pilihamnya.

Baca juga :   Kepala SMPN 1 Gunung Jati Terus Upayakan Kemajuan Sekolah

Berdasarkan hasil pantauan awak media jija Tangsel Club sudah kali keenam menggelar diskusi publik dengan mengundang para balon walikota untuk dikenalkan kepada masyarakat Tangsel secara langsung

Sementara wartawan senior Herdi Sahrasad mengutarakan bahwa dalam konsrelasi pilkada, beragam cara dilakukan oleh calon kepala daerah melalui diskusi publik dan model ILC bisa saja diadobsi lantaran banyak masyarakat awam belum mendapatkan penjelasan tentang politik dinsti

Ditempat yang sama, Ketua KPU Bambang Dwiantoro menjelaskan bahwa tahapan KPUD tentang pilkada Tangsel baru terlaksana pada bulan Maret dan putusan calon berasal dari partai pengusung.

Masih kata Bambang Dwi, Menurutnya yang menarik dalam pilkada tahun ini adalah menampilkan pemimpin baru hanya selama 3 tahun pemerintahannya berjalan sebab setelah pilwali akan ada pilgub yang  telah siap dilaksanakan pada tahun 2024

“Dibulan Juli akan diputuskan pasangan calon menuju pilkada tangsel”. imbuh Bambang Dwi.

Tantangan bagi KPUD sebagai penyelenggara adalah munculnya calon tunggal melawan kotak kosong dan partisipasi calon pemilih yang berkurang”. ujar Bambang Dwiantoro Ketua KPUD yang telah menggantikan M Subchan. (Redaksi/Diaz)

 Tags: , , , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan