Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Social and Physical Distancing Masih Rendah

Bupati Garut Rudy Gunawan melihat secara langsung warga masyarakat yang masih kurang mematuhi untuk menjaga jarak atau social/physical distancing yang akan mengancam jiwa masyarakat itu sendiri di depan Alun-alun Garut.
Share yuk!

Garut, HarianPelita.co – Kabupaten Garut sedang gencar-gencarnya berupaya menjadi daerah steril Covid-19. Namun ada kekhawatiran massifnya penyebaran virus corona tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat mematuhi anjuran pemerintah.

Salah satunya, ketidakpatuhan serta masih rendahnya warga masyarakat untuk menjaga jarak atau social/physical distancing yang akan mengancam jiwa masyarakat itu sendiri.

Hal itu disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan yang selama ini gelisah melihat langsung di lapangan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Garut.

Menurut Bupati Rudy, dari sisi perilaku warga, sangat sulit untuk menekan penyebaran virus ini apabila anjuran baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah soal social and physical distancing-nya kurang dipatuhi oleh warga masyarakat.

“Sesuai surat edaran, saya tetap menghimbau dan terus menghimbau kepada warga masyarakat, karena statusnya sudah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Sekolah sudah libur, bekerja juga sudah libur, yang pabrik-pabrik sedang kami tinjau secara ketat.  Social dan physical distancing-nya harus terwujud,  sebagaimana himbauan Menteri Tenaga Kerja,” ujarnya, Selasa (7/04/2020).

Rudy mengaku, di sejumlah wilayah terutama pusat perkotaan, masih banyak lalu-lalang warga di pusat kota (pengkolan). Dirinya pun sudah meminta kepada pemilik toko yang tidak menjual sambako untuk memberikan rasa solidaritasnya seperti di Bandung dan daerah lainnya agar tutup. “Karena sudah diberlakukan PSBB, maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum,” katanya.

Rudy juga menyatakan, pihaknya sudah meminta ke aparat bawahannya, baik tingkat kecamatan maupun pemerintah desa untuk melaksanakan 8 check point di beberapa wilayah perbatasan. Yakni, diberlakukan cek kesehatan, hingga desa guna memantau lalu lintas warga yang masuk Kabupaten Garut.

Selain itu, pihaknya telah melakukan langkah konstruktif dan terukur dalam mensterilkan Garut dari virus corona. Termasuk menyiagakan pos pemeriksaan kesehatan bagi warga yang datang dari luar kota di setiap perbatasan wilayah untuk mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19 di daerah itu.

Baca juga :   Tim Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Sosialisasikan PHBS

“Posko bersama tempat pemeriksaan yang diberi nama Check Point Kesehatan itu kita sudah didirikan serta disiagakan petugas kesehatan dan instansi terkait dari BPBD, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Kecamatan, dan TNI/ Polri di perbatasan kota yang disinyalir menjadi jalur masuk warga dari luar daerah,” kata Rudy. (Yoes/Jang)

 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan