Satreskrim Polres Subang Berhasil Mengungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

Diposkan oleh
IMG-20201229-WA0041-e8aa21f8
Share yuk!

Subang,HarianPelita.co-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang Berhasil mengungkap   Perkara Dugaan tindak pidana penempatan pekerja migran indonesia secara unprosedural, atau perdagangan orang. Pengungkapan tersebut atas dasar laporan polisi nomor: LP-B/378/VIII/2020/JBR/Res Subang tanggal 21 agustus 2020.

Perkara, penetapan pekerja imigran indonesia secara unprosedural dan atau perdagangan orang..

Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan Widyanto, SH, di Saat Konprensi Pers  yang di gelar di Lantai dua di Mapolres Selasa (29/12/2020) mengatakan,”Modus operandi yang di lakukan tersangka dengan cara merayu korban dengan menjanjikan cepat proses pemberangkatannya ke Malaysia dan mendapatkan gaji Rp 4.400 juta perbulan,” katanya.

Atas rayuan Pelaku ber inisial WP alias MP,(55) alamat Dusun Mekar Jaya Desa Cilamaya Girang Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, berhasil menipu daya Korban  berinisial ,ER (38) penduduk Blanakan kabupaten subang, berhasil di berangkatkan .

Namun kenyataannya setelah selama 9 bulan korban dipekerjakan di negara Malaysia tidak menerima gaji sepeserpun.

Terungkapnya Kasus tersebut , Korban di Malaysia menghubungi pihak Keluarganya melalui Telpon dan  melaporkan ke pihak Keluarganya  .

Akhirnya pihak keluarga  Korban melaporkannya ke pihak  Kepolisian Polres Subang  , selanjutnya  Satreskrim Polres Subang bergerak Cepat dan berhasil  membeku Pelaku.

Adapun Pasal. Yang di sangkakan yakni  pasal 81 Jo pasal 69 undang-undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerjaan migran Indonesia dan atau pasal 2 dan atau pasal 4 undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang .

Dengan ancaman hukuman pasal 81 Jo pasal 69 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia adalah pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 15 miliar rupiah ancaman pasal 2A dan atau pasal 4 undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2077 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang adalah pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit 120 juta rupiah dan paling banyak 600 juta .
( Ade Bom

Baca juga :   Ratusan Kades Resah Minta Bupati Percepat Cairkan ADD dan DD
 Tags: , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan