Honor Naik BPD,RW dan RT Dituntut  Berinovasi dalam Bekerja

Diposkan oleh
WhatsApp Image 2021-03-23 at 12.12.30 PM-88bb4e36Drs. Nana Mulyana M.Si,
Share yuk!

Subang,Harian Pelita.co-Bupati Subang merespon adanya usulan dari Forum RT ,RW dan Forum BPD, soal Kenaikan Honor BPD,RW dan RT ditahun ini sudah naik Rp1.000.000. Tahun 2020 honor RT sebesar Rp2.000.000 setahun, kini menjadi Rp3.000.000. Tahun 2020 honor RW sebesar Rp2.200.000, kini menjadi Rp3.200.000.Sedangkan Honor BPD sekarang di rubah secara proporsional dulu honor BPD di sama ratakan sekarang tidak, baik jumlahnya BPD bayak atau sedikit .

Untuk Honor Ketua BPD setiap tahunnya Rp.2000.000, Sekretaris dan Wakil sebesar Rp.1,5 juta sedangkan Honor Anggota BPD Rp.1000.000.

Maka dalam sebulan Ketua RT mendapat honor Rp.250.000 Sedangkan Ketua RW mendapat honor Rp.266.000. Honor Ketua RT dan RW tersebut berasal dari APBD Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang, Drs. H Nana Mulyana,M.Si, mengatakan, peningkatan honor BPD Ketua RT dan RW tersebut untuk mengapresiasi kerja selama ini. Tentunya dengan kenaikan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk melakukan inovasi dalam bekerja. Inovasi tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan honor tersebut.

Diakuinya, kenaikan honor ini tidak serta merta tanpa proses. Kenaikan honor tersebut sebelumnya melalui proses pengusulan lebih.

“Sebelumnya kan ada usulan, ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Subang dan akhirnya terealiasi melalui dana BKUD-K,” ujarnya.

Nana menjelaskan, Ketua RT se Kabupaten Subang mencapai 6.187 orang. Ketua RW mencapai 1.819. Jumlah tersebut dianggap wajar mengingat penduduk Subang mencapai 1,6 juta orang.

Mantan Kabag Pemerintahan itu mengatakan, tugas dan tupoksi Ketua RT dan RW sangat vital karena membantu program pemerintah desa mulai dari administrasi kependudukan, kerukunan masyarakat hingga usulan untuk membuat daerah menjadi lebih baik lagi.

Baca juga :   TMMD 108, Masjid Nurul Ilmi Direhab

Dia meminta kepada BPD maupun Ketua RT dan RW agar bisa berinovasi lagi dan membuat program – program baru. Jika perlu Ketua RT dan Ketua RW miliki program yang bisa memanfaatkan potensi daerah.” Seperti misalkan mengatasi masalah Persampahan karena dibagian sampah bisa bernilai ekonomi .

Sampah sebetulnya cukup bermanfaat, sebelum nya harus di pilah mana sampah yang bisa didaur ulang bernilai ekonomis , sebahian sampah juga dijadikan pupuk organik apalagi di wilayah pedesaan banyak warga yang memiliki Kebun jadikan Pupuk organik.

kadis Pemdes menyebut, telah mengintruksikan seluruh Kepala Desa agar membuatkan TPS, untuk mengatasi masalah Sampah di tingkat desa.

Karena permasalah Sampah yang hanyaut kehilir berasal dari hulu sungai yang dibuang sembarangan oleh masyarakat . Untuk mengatsi hal tersebut setiap Pemerintahan desa menyediakan TPS dan menganggarkan untuk pembelian kendaraan pengangkutannya .

Walaupun saat ini Permendes yang sering ber ubah – ubah ,untuk saat ini memperioritaskan Bantauan langsung Tunai BLT dan program Padat Karya. ( Ade)

 Tags: , , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan