Melalui PPM, Undira Ajak Generasi Muda dengan Gerakan Pengolahan Sampah Plastik Jadi Bermanfaat

Diposkan oleh
IMG-20210827-WA0010-8486087dKetua Yayasan Dian Asra Universitas Dian Nusantara, Sagoro Dharmawan (kiri) menyerahkan plakat kepada Owner Tirta Arsanta Hot Springs dan Melting Pot Faisol Soleh sebagai mitra kegiatan PPM Undira dan Media Gathering, 25-26 Agustus 2021.
Share yuk!

Pengelolaan sampah menjadi persoalan yang tidak ada habisnya. Kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian sampah. Masih banyak perilaku masyarakat yang masih acuh dengan pengelolaan sampah, bahkan tidak peduli dengan sampah.

Terkait dengan hal tersebut, Universitas Dian Nusantara (Undira) yang baru berusia dua tahun, melalui program pengabdian masyarakat (PPM) melakukan penghijauan melalui pengolahan sampah plastik di Kampung Babakan Ngantai, Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Bogor pada Rabu dan Kamis (25-26/8).

Kegiatan yang sekaligus dengan media gathering, menggandeng mitra Tirta Arsanta Hot Springs dan Melting Pot diikuti oleh unsur yayasan, rektorat, kehumasan dan para mahasiswa dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, terutama selama kegiatan tetap memakai masker yang baik dan benar, jaga jarak dan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas.

Acara turut dihadiri Ketua Yayasan Dian Asra Universitas Dian Nusantara Sagoro Dharmawan, Direktur Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Undira Dewi Anggraini, Kabiro Humas Undira Kornelia Johana Dacosta serta Owner Tirta Arsanta Hot Springs dan Melting Pot Sentul, Faisol Soleh.

Sagoro Dharmawan mengatakan, kerjasama dengan Tirta Arsanta, Undira berupaya agar masyarakat di wilayah Babakan Madang, Bogor dapat mengelola sampah plastik menjadi barang yang dapat menambah penghasilan ekonomi dengan cara diolah sedemikian rupa menjadi bahan kreatif dan dijual kembali ke pasaran.

“Undira baru berusia dua tahun. Dalam kegiatan PPM dan media gathering ini, kita angkat temanya tentang pegabdian masyarakat, khususnya masyarakat di Babakan Madang ini. Kami bekerjasama dengan Tirta Arsanta yang turut membantu berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Salah satu kegiatannya adalah penghijauan melalui pengolahan sampah plastik menjadi barang kreatif,” tutur Sagoro Dharmawan kepada awak media di sela-sela acara, Rabu (25/8).

Baca juga :   Rangkaian Acara Dies Natalis Pertama, Undira Gelar Icetobe 2020

Ia mengaku, sampah kini masih menjadi masalah utama di wilayah itu, akibat tidak adanya tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai. Untuk itu pihaknya mendorong pemerintah daerah setempat ataupun pihak swasta untuk bergandengtangan dalam mewujudkan pengolahan sampah terpadu melalui mesin pengolahan modern.

“Masalah utama tidak punya tempat pembuangan sampah. TPS nya panjang yaitu di aliran sungai. Penting kerjasama pemerintah dan pihak lain untuk bangun tps. Pengolahan sampah dengan mesin modern bisa menjadi solusi dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi disini adalah wilayah pariwisata,” ujar Dharma, panggilan akrab sehari-hari Sagoro Dharmawan.

Selain itu, lanjut Dharma, ke depan pihaknya akan membangun rumah literasi di wilayah tersebut, sehingga masyarakat dapat teredukasi dalam hal mambaca dan menulis. Ia menegaskan, pihaknya akan memulai membangun lingkungan terlebih dahulu, dimulai dari hal-hal kecil.

“Kami akan membangun rumah literasi di sini, sehingga masyarakat dapat teredukasi khususnya dalam hal baca dan tulis. Jika dilihat sekarang ini, sangat jarang yang bisa baca tulis. Harapannya dengan kerjasama jangka panjang, masyarakat bisa kuliah di Undira. Kami sudah memulai bangun lingkungannya dulu dengan sebuah hal kecil, atau start from here, ” imbuhnya.

Menyinggung kerjasama dengan Tirta Arsanta dan Melting Pot, Dharma menjelaskan dengan memiliki pegawai berjumlah 30 orang yang tentunya akan membantu masyarakat sekitar.

“Di desa ini ada dua kelompok, satu kelompok yang usianya middle up tidak bisa baca tulis, tapi mereka punya empati yang tinggi terhadap lingkungan, dan kelompok kedua, anak-anak muda yang lulusan IPB dan lain-lain dan bergerak di karang taruna untuk pengembangan wisata di sini salah satunya wisata alam melalui tracking di sekitar Curug” papar Dharma.

Baca juga :   Evaluasi Implementasi Kebijakan Lingkungan Green Industri Properti Mengantarkan Wihaji Promosi Doktor

Kedepannya, Undira melalui konsep Kampus Merdeka, PPM Undira akan difokuskan kepada mahasiswa. Menurutnya, dosen dan kampus hanya sebagai fasilitator, sedangkan mahasiswa selama tiga semester akan mandiri untuk terjun langsung ke masyarakat melalui magang, pengabdian masyarakat hingga riset.
Mengakhiri perbincangannya, Dharma berharap kerjasama ini selama tiga lima tahun ke depan akan tetap berjalan dengan menggandeng mitra, dikarenakan keterbatasan SDM dan dari yayasan.

“Melalui kehumasan, Undira akan bekerjasama dengan SMA dan SMK sekitar untuk melakukan PPM Undira dan kedepannya berharap warga sekitar dapat kuliah di kampus Undira Cibubur yang tidak begitu jauh dari desa ini dengan biaya yang tidak terlalu besar.” pungkas Dharma. (dwa)

 Tags: , Reply

Tidak ada respon

Tinggalkan Balasan